Media Korea melaporkan keuntungan besar yang dihasilkan untuk Korea Selatan oleh penampilan BTS di Gwanghwamun

 


Konser comeback BTS di Gwanghwamun berakhir dengan keverhasilan yang luar biasa, dengan menarik lebih dari 100.000 penonton secara langsung serta ratusan juta pemirsa secara daring melalui Netflix. Disiarkan langsung ke 190 negara di seluruh dunia, acara tersebut secara luas dinilai telah meningkatkan kedudukan budaya Seoul dan Korea Selatan, sekaligus menciptakan sensasi global.

Per tanggal 22, berdasarkan FixPatrol, siaran langsung "BTS Comeback Live : Arirang" di Netflix menempati peringkat pertama dalam kategori acara televisi, memuncaki tangga di 77 dari 93 negara. Program tersebut meraih posisi nomor satu di pasar utama, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, dan Jepang. Sementara itu, album "Arirang" saat ini mendominasi tangga lagu dengan menduduki posisi teratas di sebagian besar platform musik utama.





Namun demikian, hal yang paling menarik perhatian baik dari masyarakat lokal maupun para penggemar global dalam beberapa hari terakhir adalah fakta bahwa BTS menghasilkan dampak ekonomi senilai triliunan won hanya dari satu konser di Gwanghwamun. Media Korea menjuluki fenomena ini sebagai awal dari "BTS-nomics 2.0." 

Menurut estimasi dari Money Today, dengan menerapkan metode analisis pemasukan-pengeluaran dari Institut Kebudayaan & Turis Korea, dampak ekonomi yang dihasilkan oleh penampilan comeback BTS mencapai 1,453 triliun won (sekitar Rp 16.528.993.810). Angka ini mencakup 408,1 miliar won (sekitar Rp 4,620.000.000.000) dalam pengeluaran konsumsi langsung, 697 miliar won (sekitar Rp 7.928.000.000.000) dalam efek produksi, serta 345,2 miliar won (sekitar Rp 3.927.700.000.000) dalam efek nilai tambah, sementara dampak terhadap penciptaan lapangan kerja diperkirakan mencapai 5.917 lowongan pekerjaan.





Bahkan sebelum konser berlangsung, hotel-hotel bintang lima di sekitar Alun-alun Gwanghwamun telah sepenuhnya dipesan jauh hari sebelumnya, dari tarif kamar kelas bisnis meningkat dua hingga empat kali lipat dari tarif normal. Beberapa akomodasi di sekitar Stasiun Anguk bahkan mencatat harga kamar hingga 500.000 won (sekitar Rp 5.687.850) per malam. Data juga menunjukkan bahwa pencarian terkait perjalanan ke Korea Selatan meningkat tajam segera setelah berita mengenai konser di Gwanghwamun tersebar, dengan kenaikan sebesar 155%, dipimpin oleh Taiwan, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

Selanjutnya, menurut Layanan Imigrasi Korea, dari 1 hingga 18 Maret, ada sebanyak 1.099.700 wisatawan mancanegara memasuki Korea selatan, yang menunjukkan peningkatan sebesar 32,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Di antara mereka, kelompok remaja (naik 39,9%) dan usia 20-an (naik 35,2%) mencatat pertumbuhan yang paling signifikan.





Secara khusus, toko serba ada (toserba) dan bisnis ritel mengalami lonjakan konsumsi paling drastis, dengan peningkatan penjualan antara 10 hingga 300 kali lipat dibandingkan hari biasa. Konsentrasi massa yang sangat brsar di sekitar Gwanghwamun bahkan meluas ke wilayah sekitarnya seperti Myeongdong, yang mendorong pendapatan secara simultan di berbagai sektor.

Sebagai contoh, Musinsa Standard Myeongdong mencatat peningkatan transaksi dari pelanggan asing sebesar 43% dibandingkan tahun sebelumnya pada akhir pekan 20-21 Maret, sementara jumlah pengunjung juga meningkat dibandingkan akhir pekan sebelumnya. Sementara itu, toko utama Jazzy, "Space H Seoul" di Myeongdong, melaporkan bahwa jumlah pengunjung pada 20 dan 21 Maret meningkat tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Toko bebas bea dan zona khusus K-Pop juga mencatatkan kinerja yang kuat. Di Shinsegae Duty Free Myeongdong, "K-Wave Zone" di lantai 11 mencatatkan peningkatan pendapatan sekitar 50% pada 20-21 Maret dibandingkan minggu sebelumnya. Produk seperti gantungan kunci BTS dan puzzle jigsaw berulang kali habis terjual sehingga memerlukan pengisian ulang secara terus-menerus.

Total pendapatan merek fesyen (baik domestik maupun internasional) pada periode 13-19 Maret meningkat sebesar 130% dibandingkan minggu sebelumnya. Secara khusus, Calvin Klein (yang diwakili oleh Jungkook) mengalami peningkatan sebesar 240%, sementara Snow Peak (yang diwakili oleh V) mencatatkan kenaikan sebesar 42%.

Industri kecantikan juga merasakan dampaknya secara nyata. Pendapatan dari 12 gerai Olive Young di sekitar kawasan Gwanghwamun meningkat sebesar 16% pada periode 16-21 Maret dibandingkan minggu sebelumnya. Meskipun beberapa gerai di dekat alun-alun harus tutup atau mempersingkat jam operasional pada hari acara (21 Maret) akibat kepadatan pengunjung yang luar biasa, total pendapatan tetap meningkat lebih dari 15%.




Antusiasne "BTS-nomics 2.0" yang terlihat di Gwanghwamun diperkirakan akan terus meluas melalui tur dunia grup tersebut yang akan datang, yang mencakup 82 pertunjukan di 34 kota di seluruh dunia, dimulai bulan depan di Kompleks Olahraga Goyang. Seorang pejabat dari Bank Korea mengatakan bahwa dengan jadwal pertunjukan luar negeri BTS, surplus perdagangan diperkirakan akan meningkat secara signifikan, bahkan berpotensi lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Hal ini bahkan belum mencakup nilai dan manfaat nonmaterial yang tidak dapat ditukar secara moneter. Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi, Koo Yun-cheol, "Nilai ekonomi diperkirakan mencapai triliunan won, dan efek rambatan yang tidak terlihat akah jauh lebih besar." Sementara itu, tokoh hiburan senior Park Myung-soo menyatakan, "Bayangkan prestise nasional yang telah mereka bangun. Gwanghwamun disiarkan ke 196 negara, dan nilai tersebut tidak dapat ditukar secara finansial. Hal ini hanya dapat dicapai oleh BTS. Saya merasa sangat bangga, Dan saya percaya semua orang turut merayakannya." 







Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik