HYBE mengambi tindakan hukum tegas terhadap warga Jepang yang mencoba membobol kediaman Jungkook—Polisi mengeluarkan putusan resmi
Sejak dinyatakan selesai menjakani wajib militer pada bulan Juni tahun ini, Jungkook telah menghadapi berbagai insiden yang menargetkan kediaman pribadi Jungkook di Itaewon. Pada hari yaang sama dengan pembebasannya, seorang wanita asal Tiongkok muncul dengan membawa koper, berdiri di depan rumah Jungkook selama berjam-jam, dan berulang kali mencoba masuk dengan memasukkan kode akses pintu.
Pada bulan Agustus, situasi meningkat ketika seorang wanita Korea secara ilegal memasuki area parkir kediamannya—insiden yang disaksikan langsung oleh Jungkook. Dalam sebuah siaran langsung tak lama setelahnya, ia tampak lelah dan memohon kepada penggemar untuk menghentikan perilaku tersebut, dengan mengatakan, "Seseorang... datang lagi ke rumahku. Jangan datang. Tolong. Tolong jangan datang. Mengerti?"
Hasil hukum bagi kedua individu tersebut serupa dari segi sifat pelanggaran, namun berbeda dalam konsekuensi: wanita Tiongkok tersebut menerima disposisi non-penuntutan (diskresi kejaksaan), sementara wanita Korea yang secara ilegal memasuki area parkir dirujuk ke pihak kejaksaan pada bulan Oktober atas tuduhan pelanggaran masuk tanpa izin dan pelanggaran Undang-Undang Penghukuman Kejahatan Penguntitan (Undang-Undang anti-penguntitan).
Yang menjadi perhatian serius adalah, meskipun Jungkook telah secara terbuka memohon dan konsekuensi hukum telah diterapkan, perilaku serupa terjadi pada bulan November. Kali ini, perilakunya adalah seorang penggemar jahat asal Jepang berusia 50 tahun, yang berulang kali menargetkan kediaman Jungkook selama beberapa hari saat Jungkook sedang berada di luar negeri untuk urusan pekerjaan. Seperti insiden sebelumnya, hasil akhirnya mengikuti jalur serupa: ia baru-baru ini menghadapi tindakan polisi atas perilakunya yang mengganggu.
Pada tanggal 22 bulan ini, media Korea Selatan secara kolektif melaporkan informasi yang dirili oleh Kepolisian Yongsan di Seoul, yang menyatakan bahwa pada tanggal 16, polisi secara resmi menindak seorang wanita Jepang berusia 50-an (diidentifikasi sebagai "A") tanpa penahanan, mengubah kasus dari penyelidikan internal menjadi penyelidikan pidaha penuh. Ia sebelumnya berada di bawah pemeriksaan awal atas dugaan percobaan masuk tanpa izin.
Dikonfirmasi bahwa perwakilan hukum Jungkook telah mengajukan laporan pidana, dan polisi memanggil pelapor untuk memberikan pernyataan resmi. Selain itu, atas permintaan pelapor, penyidik juga menerapkan tuduhan berdasarkan Undang-Undang Penghukuman Kejahatan Penguntitan, dengan melakukan penyelidikan paralel.
Berdasarkan temuan polisi, Nona A dituduh berulang kali menekan kunci pintu elektronik di kediaman Jungkook di Distrik Yongsan, Seoul, antara tanggal 12 hingga 14 bulan lalu, dengan maksud untuk masuk secara ilegal. Insiden ini dilaporkan secara resmi kepada polisi pada tanggal 14. Namun, karena Nona A saat ini tidak berada di Korea Selatan, polisi menyatakan, "Penyelidikan akan dilanjutkan setelah Nona A kembali ke Korea Selatan."
Sementara itu, berdasarkan keterangan polisi, Nona A telah diidentifikasi sebagai penggemar jahat asal Jepang yang terkenal dengan nama Chidori, Ia telah lama menunjukkan perilaku delusional, secara publik mengklaim dirinya sebagai "istri Jungkook" dan secara terbuka menyebarkan keyakinan tersebut secara daring selama betahun-tahun. Delusinya meningkat menjadi obsesi yang sangat parah, termasuk tindakan seperti menguntit Jungkook di sekitaran KBS pada 2020 dan memalsukan informasi pribadi untuk meminta akses kepadanya di pusat pelatihan militer selama masa wajib militernya.
Insiden yang paling terkenal—setelah identitasnya semakin luas diketahui—terjadi pada tahun 2023, ketia ia secara tiba-tiba mendekati Jungkook dan meraih tangannya i bandara. Sejak tahun tersebut, ia juga sering mengamati dan berkeliaran di sekitar apartemen lamanya.
Dalam kasus terbaru yang menyebabkan Chidori ditindak secara pidana, peran ARMY memainkan peran penting dalam mendorong HYBE dan pihak kepolisian setempat untuk mengambil tindakan tegas untuk melindungi Jungkook. Penggemar memantau perilakunya selama beberapa hari dan mendokumentasikan bahwa dari tanggal 8 hingga 12,m ia menyiarkan langsung dirinya yang terus-menerus menekan bel pintu dan berteriak di luar gerbang Jungkook. Ia kemudian meningkat ke tindakan memasukkan berbagai kode akses ke kunci gerbang secara sistematis, mencatatnya di buku catatan, yang tampaknya mencoba memasukkan sandi yang benar untuk membobol masuk. Ia juga dilaporkan menyerang orang yang mencoba menghentikannya dari "mendirikan tenda" di luar properti.
‼️🐰 URGENT — this is 🐰 stalker new account. Mass report quickly, do not engage.https://t.co/YBh8x6FjoE https://t.co/HZH48hpMqu pic.twitter.com/zaWGzX5tIO
— 치킨 (@ikr846059) November 26, 2025
Pada tanggal 14, setelah laporan berulang dari ARMY ke Kepolisian Yongsan dan HYBE, Chidori diperintahkan untuk meninggalkan area tersebut dan dideportai dari Korea Selatan, sementara keamanan di sekitar kediaman Jungkook diperkuat secara signifikan. Akun X-nya (sebelumnya Twitter), @ChidoriJungkook, juga dibekukan.
Namun, hanya beberapa minggu setelah dideportasi dari Korea, Chidori tidak menunjukkan niat untuk berhenti atau menyesali perbuatannya, meskipun telah ada konsekuensi hukum. Pada akhir November, ia membuat akun X baru dengan nama pengguna @ChidoriYakumo, di mana ia kembali melakukan siaran langsung, secara obsesif menyebut Jungkook dan memposting konten yang merugikan. Ia juga secara eksplisit menyatakan niatnya untuk kembali ke Korea, yang di mana menimbulkan kekhawatiran serius bahwa ia mungkim kembali melanggar privasi Jungkook.
Segera setelah niat barunya diketahui, penggemar melaporkan massal akun baru terbaru dan mengirimkan pesan kepada HYBE, Big Hit Musicm dan Kepolisian Yongsan, menyatakan, "Tolong jangan abaikan lagi penguntit yang secara obsesif menargetkan Jungkook. Kami meminta Kepolisian Yongsan melanjutkan penyelidikan tanpa henti dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menghentikan kriminal ini."
Untungnya, HYBE akhirnya merespons dengan mengambi tindakan hukum tegas tanpa toleransi dan membawa Chidori ke pengadilan. Kali ini, ia tidak hanya akan menghadapi hukuman atas penguntitan dan masuk tanpa izin dalam beberapa bulan terakhir, tetapi kasus ini juga berpotensi mengakhiri pengejaran obsesifnya terhadap Jungkook yang telah berlangung selama lima tahun.
Insiden ini menegaskan perlunya putusan hukum yang tegas sebagai efek jera terhadap pihak lain yang berniat jahat.









Comments
Post a Comment