10 Tonggak Sejarah BTS yang Mengubah Sejarah Musik Global



Pada hari pertama di tahun baru, dunia musik global digemparkan oleh kabar bahwa superstar K-Pop, BTS, akan kembali pada tanggal 20 Maret. Perilisan album penuh yang menampilkan seluruh tujuh anggota menandai berakhirnya masa jeda aktivitas grup selama tiga tahun dikarenakan kewajiban wajib militer. The New York Times berkomentar bahwa "album dan tur baru grup ini akan menjadi katalis penentu yang sekali lagi menyuntikkan vitalitas ke dalam industri musik secara keseluruhan." 

BTS telah aktif selama lebih dari satu dekade, dan di setiap tahunnya tak terhitung jumlahnya grup K-Pop baru yang debut serta meraih popularitas. Namun, absennya BTS membuat satu kenyataan menjadi jelas bagi semua pihak: "Kehadiran BTS merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk didekati oleh siapa pun." Inilah alasan mengapa kembalinya BTS pada tahun 2026 telah menjadi pusat perhatian global bahkan sejak enam bulan sebelum semua anggota menyelesaikan tugas wajib militernya. 

Dari posisi sebagai underdog klasik di industri K-Pop lebih dari satu dekade lalu, BTS telah menulis ulang tatanan industri hiburan yang mapan berkat bakat dan ambisi, hingga menjelma menjadi comeback yang paling dinantikan dari "ikon pop abad ke-21" masa kini. Perjalanan mereka benar-benar unik dan patut dikagumi. Menjelang tanggal 20 Maret, mari kita mengenang kembali 10 momen yang tak terlupakan dalam perjalanan BTS yang mampu menembus batas dan mampu menaklukkan setiap keterbatasan.


1. "Artist of the Year" di MAMA 2016: Kejatuhan Spektakuler dari Pada "Underdog" 




Daesang pertama BTS di ajang Mnet Asian Music Awards (MAMA) menandai awal perjalanan mereka menuju posisi sebagai grup global terkemuka. Sebelumnya, industri musik K-Pop hampir sepenuhnya didominasi oleh apa yang disebut Big 3—SM, JYP, dan YG. Singkatnya, artis yang debut di bawah tiga agensi tersebut hampir dipastikan meraih popularitas tertinggi, pengakuan terbesar, serta perlakuan istimewa di ajang penghargaan besar. 

Sebaliknya, BigHit Entertainment yang saat itu merupakan sebuah perusahaan kecil dan nyaris tidak dikenal—bahkan pada tahun debut BTS, mereka tidak berhasil mendapatkan undangan ke MAMA. Namun, hanya berselang tiga tahun setelahnya, MAMA sendiri yang harus mengakui pencapaian musik BTS dengan menganugerahkan salah satu penghargaan yang paling prestusius dalam ajang tersebut.

Daesang tersebut bukanlah sekadar trofi; melainkan sebuah pengakuan yang kuat dari industri yang sebelumnya pernah memalingkan wajah dari mereka.



2. Dorongan Global Pertama di Billboard Music Awards 2017




Penghargaan "Top Social Artist" di Billboard Music Awards bukan hanya pencapaian pribadi bagi BTS, tetapi juga tonggak penting yang menandai masuknya K-Pop secara resmi ke arus utama industri musik Amerika. Untuk pertama kalinya, nama BTS diumumkan sejajar dengan artis papan atas seperti Justin Bieber dan Ariana Grande, Dan mereka memenangkan penghargaan tersebut berkat kekuatan murni fandom global mereka.



3. "Love Yourself 轉 Tear" Puncaki Billboard 200: Menembus Batasan Bahasa




Dengan menembus Billboard 200 melalui album yang sepenuhnya berbahasa Korea, BTS membuktikan bahwa musik tidak mengenal batas. " Love Yourself 轉 Tear" bukanlah sekadar album; karya ini menjelma menjadi sebuah gerakan global yang berfokus pada cinta terhadap diri sendiri, sekaligus berkontribusi mengubah cara dunia memandang K-pop—bukan hanya sebagai tren sesaat, melainkan fenomena global yang berkelanjutan.



4. Pidato di PBB dan Kampanye "Love Myself": Saat Artis Menjadi Advokat Sosial




Penampilan BTS di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan momen simbolis yang menunjukkan pengaruh mereka yang mampu melampaui musik—menjangkau budaya, masyarakat, dan wacana global. Hal ini juga menegaskan posisi mereka sebagai "ikon pop abad ke-21" dan "harta nasional Korea." 

RM menyampaikan pidato yang kuat atas nama grup, mempromosikan kampanye "Love Myself" hasil kolaborasi bersama UNICEF. Momen ini menandai evolusi BTS dari yang hanya sekadar artis menjadi suara global bagi generasi muda, mendorong rasa kepercayaan diri, penerimaan diri, dan upaya untuk membangun dunia yang lebih baik.



5. "Dynamite": Lagu Global di Tengah Pandemi




Di tengah ketidakpastian global dikarenakan COVID-19, "Dynamite" hadir sebagai sumber keceriaan dengan nuansa ceria dan pesan yang optimis. Lebih dari sekadar dampak emosional, lagi ini turut mencatatkan sejarah sebagai lagu K-pop pertama yang meraih posisi No. 1 di Billboard Hot 100. Melalui pencapaian tersebut, BTS tidak hanya memperluas batas bagi diri mereka sendiri, tetapi juga membuka jalan bagi artis-artis di generasi berikutnya.



6. Nominasi Grammy: Langkah Bersejarah Bagi Industri Musik Global




Penghargaan Grammy yang menitikberatkan pada kualitas musik, artistik, keunggulan teknis, serta dampak jangka panjang, sehingga dijuluki sebagai "Oscar-nya dunia musik." Bagi artis K-pop—yang secara tradisional belum dianggap setara dengan musisi-musisi Barat—mendapatkan nominasi Grammy merupakan suatu pencapaian yang luar biasa. 

Oleh karena itu, nominasi BTS ini bukan hanya tonggal sejarah pribadi, melainkan juga sinyal perubahan perspektif dalam industri musik Barat, yang mulai menempatkan K-pop sejajar dengan genre global lainnya. Pada dasarnya, BTS "memaksa" dunia untuk mengakui nilai K-pop dan membuka jalan bagi artis Asia di pasar musik internasional.



7. "Butter": Bukti Momentum Mereka yang Tak Pernah Pudar





Dirilis pada musim panas tahun 2021, "Butter" mendominasi tangga lagu di seluruh dunia, dari Billboard hingga YouTube. Dengan melodi yang adiktif serta strategi promosi yang matang, BTS mampu membuktikan bahwa mereka bukan hanya fenomena sesaat, melainkan kekuatan musik yang konsisten, yang mampu mencetak hit secara terus-menerus dan mempertahankan dominasi global.


8. Penunjukan Sebagai Utusan Khusus Kepresidenan




Pada September 2021, BTS melampaui status sebagai grup nasional dan menjadi ikon negara. Ketika Presiden Moon Jae-in menunjuk mereka sebagai Utusan Khusus Kepresidenan untuk bidang budaya, BTS tampil sebagai simbol yang kuat bagi diplomasi Korea, menyampaikan pesan-pesan positif kepada generasi muda dan masyarakat dunia melalui tindakan dan nilai-nilai yang mereka junjung.



9. "Proof" dan Chapter 2: Jujur, Dewasa, dan Transformatif




Album "Proof" menempati posisi penting dalam karier BTS, baik secara musikal maupun naratif. Dirilis di persimpangan jalan—saat grup menghentikan sementara aktivitas bersama untuk menjalani wajib militer dan mengeksplorasi aktivitas solo—album ini menjadi refleksi yang disengaja atas hampir satu dekade perjalanan mereka. Alih-alih menjadi penutup, "Proof" justru mempresentasikan jeda yang diperlukan sebelum memasuki babak baru.

Secara khusus, lagu "Yet To Come," salah satu lagu dalam "Proof," dinominasikan untuk kategori Best Music Video di ajang Grammy Awards Ke-65 (2023). Hal ini menandai pertama kalinya sebuah lagu berbahasa Korea yang memperoleh nominasi Grammy, bahkan dalam kategori video musik, sekaligus semakin mendorong pengakuan global terhadap musik berbahasa Korea.



10. Pidato di Gedung Putih




Pada Juni 2022, BTS hadir di Gedung Putih atas undangan Presiden Joe Biden untuk membahas isu kebencian terhadap warga Asia. Tanpa melakukan pertunjukan, para anggota berbicara dengan ketulusan dan tujuan yang jelas, menyampaikan pesan tentang kesetaraan, keberagaman, serta kekuatan representasi Asia. Pada momen tersebut, BTS berdiri bukan hanya sebagai artis, tetapi juga sebagai representasi generasi yang berpikiran matang, bertanggung jawab, dan terlibat secara global.


Dari panggung-panggung kecil di Korea Selatan hingga Gedung Putih, BTS telah meraih pencapaian yang sulit dibayangkan oleh banyak orang: membentuk ulang cara dunia memandang K-pop—dan budaya Asia secara keseluruhan. Dan satu hal tetap pasti: “warisan BTS” masih terus ditulis, digerakkan oleh bakat serta ambisi tanpa henti dari ketujuh anggotanya.

Kembalinya BTS pada bulan Maret ini secara luas diperkirakan akan kembali menembus batas—tidak hanya di Billboard (Amerika Serikat) dan Official Charts (Inggris), tetapi juga dalam upaya mereka meraih kemenangan GRAMMY. SUGA pernah menyampaikan dalam sebuah konferensi pers di Los Angeles, “Ini tidak akan mudah, tetapi saya tahu masih ada dinding yang harus ditembus, dan saya bersyukur kami dapat terus menantang diri sendiri,” seraya menambahkan, “Tidak ada pohon yang tidak akan tumbang setelah dipukul sepuluh kali. Mengharapkannya tumbang hanya setelah dua pukulan adalah bentuk keserakahan.”

Dengan pola pikir tersebut, ARMY di seluruh dunia siap berdiri bersama BTS dan membantu menciptakan satu tahun lagi yang dipenuhi tonggak sejarah serta kesuksesan.























Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik

Compose Coffee memicu reaksi besar setelah mengungkap jumlah bayaran untuk V sebagai duta merek global