Martin dari Cortis Menanggapi Pertanyaan Sulit tentang Menjadi "BTS kedua"
Berbeda dengan pasar musik Barat, K-pop beroperasi dalam sebuah sistem yang dapat digambarkan sebagai sistem yang digerakkan oleh warisan atau branding berbasis sejarah. Jika sebuah grup baru debut di bawah perusahaan yang telah memiliki beberapa grup senior yang sangat sukses, maka grup tersebut ;secara alami akan menarik perhatian besar sejak awal. Sederhananya, publik sering kali sudah akrab dengan label seperti "junior dari grup A" atau "penerus grup B."
Karena dinamika industri ini sangat dominan pada era 2010-an, BTS—boy group pertama BigHit Entertainment—justru menghadapi kurangnya perhatian dan pengakuan saat debut, karena mereka tidak memiliki senior yang membuka jalan sebelumnya. Namun, setelah kesuksesan monumental BTS, BigHit memperoleh fondasi kehormatan yang kuat untuk meluncurkan dua boy group berikutnya: TXT dan Cortis.
Meskipun bakat para idola muda ini tidak dapat disangkal, sulit pula mengabaikan fakta bahwa banyak orang yang pada awalnya tertarik kepada mereka karena status mereka sebagai juniornya BTS.
Selain itu, strategi promosi perusahaan untuk kedua grup tersebut sangat berakat pada dinamika ini. Saat TXT debut, BigHit mempromosikan mereka sebagai "Next Generation Leaders," yang secara implisit menempatkan mereka dalam relasi dengan senior mereka yang telah berstatus superstar. Sementara itu, untuk Cortis, BigHit menekankan konsep grup yang mampu memproduksi karya sendiri, keterampilan yang matang, serta citra yang lebih dewasa—yang sebagian mencerminkan kerangka kesuksesan yang sebelumnya telah dibuktikan oleh BTS. Akibatnya, sejak momen debut mereka, grup ini dipandang oleh media sebagai kandidat kuat untuk menyandang predikat "the next BTS."
Dengan tingkat perhatian yang seperti ini tentu merupakan sebuah keuntungan yang nyata bagi idola muda, namun pada saat yang sama juga disertai dengan tekanan yang tidaklah ringan. Perbandingan yang tidak terelakkan, demikian pula ekspektasi untuk "meneruskan warisan BTS," khususnya ketika senior mereka merupakan salah satu artis K-pop tersukses sepanjang masa. Oleh karena itu, label "the next BTS" menjadi isu yang sensitif dan berpotensi menimbulkan kontroversi apabila TXT atau Cortis tidak menyikapinya dengan penuh kehati-hatian.
Pada periode awal debut mereka, Cortis beberapa kali menghadapi situasi semacam ini. Akan tetapi, yang mengejutkan adalah, meskipun masih merupakan grup pendatang baru, mereka mampu menangani momen-momen sensitif tersebut dengan kecermatan yang luar biasa—terutama sang pemimpin, Martin.
Salah satu contoh yang menonjol terjadi dalam sebuah wawancara bersama pembawa acara Park Myungsoo di KBS CoolFM, ketika sang pembawa acara memperkenalkan mereka dengan pernyataan, "Ini adalah BTS kedua." Menanggapi hal tersebut, Martin dengan bijaksana menjawab, "Hari ini adalah siaran langsung pertama kami, jadi kami akan berusaha sebaik mungkin," seraya mengakui, "Saya merasakan tekanan yang sangat besar, namun saya mendekatinya dengan rasa tanggung jawab yang sama."
Ketika Park Myungsoo menambahkan, "Saya menyukai BTS dan sangat dekat dengan mereka. Saya juga dekat dengan para anggota TXT, termasuk Yeonjun. Ini adalah grup idola pertama BigHit dalam enam tahun," Martin kemudian membagikan keterkaitannya secara pribadi dengan RM sebagai senior. "Kakak perempuan saya telah menjadi penggelar BTS sejak saya masih kecil, dan saya selalu menjadikan RM sunbaenim sebagai panutan saya. Baru-baru ini, saya juga menerima banyak nasihat darinya sebagai seorang pemimpin," ungkapnya.
Cara Martin menanggapi pertanyaan yang berkaitan dengan BTS tersebut memperoleh banyak pujian dari para penggemar. Hal ini bukanlah situasi yang mudah bagi sebuah grup pendatang baru yang baru beberapa hari debut. Beban dari gelar seperti "The second BTS" atau " the next BTS" begitu besar, hingga bahkan TXT yang telah berkarier selama enam tahun pun tidak pernah secara terbuka menerima julukan tersebut atau menanggapinya dengan ringan.
Dengan tidak menyangkal maupun menolak perbandingan tersebut secara langsung, Martin dan Cortis berhasil menghindari kesan tidak menghormati BTS maupun sang pembawa acara. Sebaliknya, pernyataannya yang tulus secara halus menekankan rasa tanggung jawab grup tersebut—bahwa mereka berusaha memenuhi ekspektasi tinggi sambil terus bekerja keras untuk membangun identitas mereka sendiri. Para penggemar juga mengapresiasi kerendahan hati dan profesionalisme yang ditunjukkan Martin atas nama Cortis.
Sebelumnya, para anggota Cortis juga beberapa kali berbicara secara terbuka tentang kedekatan mereka dengan BTS. Dalam sebuah wawancara dengan Spotify, ketika ditanya tentang artis yang paling ia kagumi, Martin tanpa ragu menjawab, "RM sunbaenim dari BTS! Dialah alasan saya bergabun dengan perusahaan ini. Ada banyak hal yang dapat saya pelajari darinya sebagai seorang leader. Saya sangat menghormatinya."
Dalam sebuah wawancara bersama JoongAng Daily, Cortis juga membagikan dukungan yang mereka terima dari BTS selama masa debut. "Salah satu nasihat yang BTS sunbaenim berikan saat kami bertemu langsung dengan mereka di konser J-Hope sunbaenim adalah untuk tidak pernah menganggap segalanya sebagai hal yang biasa. Mereka menyuruh kami untuk tetap rendah hati, dan dorongan itu membuat kami untuk berlatih lebih keras lagi."
Nasihat lain dari BTS kepada junior mereka yang sering dikutip oleh media adalah, "BTS mengatakan kepada kami untuk memperlakukan orang-orang yang bekerja bersama kita—para staf—dengan baik. Itulah yang paling penting. Untuk bertahan dalam jangka panjang, kamu harus baik kepada orang-orang di sekitarmu. Kamu harus menunjukkan cinta."
Pada akhirnya, hubungan antara BTS dan CORTIS tampak sama dekatnya dengan ikatan persaudaraan yang telah lama terjalin antara BTS dan TXT. Dengan mengambil inspirasi dan belajar dari para senior mereka, Cortis berupaya menulis bab baru dalam perjalanan karier mereka sendiri. Sementara itu, para penggemar dengan antusias menantikan lebih banyak momen interaksi antara kedua grup—terutama sesi pemotretan lengkap lintas generasi "keluarga BigHit Music," yang telah lama dinantikan seiring dengan perusahaan tersebut menyambut satu lagi grup baru dalam jajaran artisnya.




Comments
Post a Comment