Penerjemah BTS Mengungkapkan Hak Istimewa Khusus Jin di Dalam Grup—Namun Ia Menolak Menggunakannya terhadap Para Anggota

 


Seiring berjalannya waktu, citra Jin yang tampak awet muda telah membuat para penggemar melupakan satu fakta penting: Jin sejatinya memegang posisi yang sangat dihormati di dalam grup. Di Korea, hierarki berdasarkan usia merupakan prinsip budaya yang mendasar dan ketat, yang sangat memengaruhi perilaku sosial. Dalam sistem ini, anggota yang lebih muda, secara teori, diharapkan unuk mendengarkan serta menghormati pendapat anggota yang lebih tua.

Namun demikian, Anton Hur—penerjemah yang bekerja erat dengan BTS dalam penulisan memoar mereka "Beyond The Story: 10-Year Record of BTS"—memberikan sudut pandang yang berbeda mengenai bagaimana Jin menjalankan senioritasnya. Ia mengungkapkan pemahaman yang mendalam tentang karakter terpuji dari anggota tertua tersebut. Menurut Hur, Jin memiliki "kekuatan sebagai yang tertua," tetapi yang jauh lebih penting adalah fakta bahwa ia secara konsisten menolak untuk memaksakan kekuatan tersebut kepada para anggota selama bertahun-tahun kebersamaan mereka. 

"Dalam buku tersebut, Jin mengungkapkan bahwa ia harus menghadapi perasaan tidak aman—kekhawatiran bahwa dirinya adalah mata rantai terlemah dalam grup K-pop itu. Hal itu sangat mengejutkan bagi saya karena ia adalah anggota tertua dalam sebuah grup yang terdii dari anak-anak laki-laki," ujar Hur.

"Secara umum, dalam budaya Korea, ia seharusnya merasa paling berhak. Ia seharusnya merasa bahwa dirinya adalah sosok yang paling penting. Namun, ia tidak merasakan hal tersebut. Ia memikul seluruh tanggung jawab sebagai yang tertua, tetapa di saat yang bersamaan, ia tampaknya tidak bisa menikmati hak istimewa sebagai yang tertua maupun rasa aman yang biasanya menyertainya," lanjutnya.




Anton Hur kemudian menjelaskan, "Hal tersebut sangat, sangat menyentuh bagi saya—bahwa ia berani menyampaikannya secara terbuka—karena pernyataan seperti itu dapat disalahartikan dalam banyak cara. Namun, ia cukup mempercayai ARMY untuk mengatakannya, dengan keyakinan bahwa mereka akan memahami maksud dan latar belakang perasaannya."

Dalam pandangan sang penerjemah, momen tersebut dengan kuat merepresentasikan kesadaran BTS yang mendalam akan nilai kerendahan hati, terlepas dari seberapa besar kesuksesan yang telah mereka raih.

"Sangat mudah bagi seseorang untuk menjebak dalam rasa berhak ketika telah mencapai kesuksesan, serta mudah merasa marah atas hal-hal keci yang tidak berjalan sesuai keinginan," jelas Hur, seraya menambahkan, "Namun bagi Jin—dan BTS secara keseluruhan—mereka justru menempuh arah yang berlawanan. Semakin sukses mereka, semakin rendah hati mereka, dan semakin kritis mereka terhadap cara mereka melakukan berbagai hal. Bukan dalam arti membenci diri sendiri, melainkan dalam arti bahwa mereka terus mempertanyakan diri mereka, melakukan refleksi ke dalam, dan menilai kembali apa arti kesuksesan bagi mereka."

Ia menutup pernyataannya dengan mengatakan, "Bagi band paling sukses pda masa kita untuk menolak rasa berhak, dan sebaliknya berusaha memahami kesuksesan dan kegagalan berdasarkan standar mereka sendiri—itulah tema yang sangat menyentuh dari buku tersebut dan dari BTS itu sendiri."




Dari sudut pandang seseorang yang turut serta dalam penulisan memoar BTS, kualitas terpuji Jin—sebagai figur representatif BTS—terungkap dengan sangat jelas. Ia tidak berasumsi bahwa dirinya selalu benar hanya karena ia adalah yang tertua. Sebaliknya, ia memperlakukan para anggota sebagai rekan setara demi menjaga hubungan yang harmonis dan, yang terpenting, secara konsiten menjunjung tinggi kerendahan hati serta pola pikir untuk terus berkembang. Dengan mengikuti teladan Jin, para anggota lainnya pun bersikap serupa, yang pada akhirnya membentuk fondasi kesuksesan jangka panjang BTS sebagai superstar K-pop.

Di saat yang bersamaan, realitas ini mencerminkan kedekatan dan keharmonisan hubungan antaranggota. Hierarki uia tidak diterapkan secara otoriter, namun hal tersebut tidak berarti bahwa anggota yang lebih muda bersikap tidak hormat serta bersikap sopan terhadap Jin dan anggota lain yang lebih tua. Mereka juga telah mengakui bahwa mereka belajar dari anggota tertua tersebut dan sangat menghormatinya.

Apabila ada yang bertanya mengenai rahasia di balik kemampuan BTS mempertahankan persahabatan selama lebih dari satu dekade sembari meraih kesuksesan bersama, refleksi sang penerjemah di atas barangkali merupakan jawaban yang paling jelas.







Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik

Compose Coffee memicu reaksi besar setelah mengungkap jumlah bayaran untuk V sebagai duta merek global