[BTS Gwanghwamun H-35] “Ikon Budaya Melampaui K-pop”... Seri Profil ① Pemimpin BTS, RM

 Artikel asli: Aju News

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Dengan dijadwalkan nya comeback grup BTS pada bulan Maret, dunia kembali dipenuhi antusiasme. Kabar kepulangan mereka yang disampaikan melalui “Arirang,” disertai dengan rencana tur dunia, menandai sebuah fenomena besar yang diperkirakan akan segera memicu reaksi tidak hanya di industri musik, tetapi juga di sektor pariwisata serta perekonomian daerah. BTS merupakan entitas yang memengaruhi perekonomian global sekaligus nama simbolis yang mengangkat citra nasional Korea Selatan. Menjelang comeback ini, media kami menghadirkan “BTS Profile Series”, sebuah rangkaian laporan yang mengulas secara mendalam setiap anggota, mendokumentasikan tujuh sosok yang membentuk BTS. <Catatan Redaksi>

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━




Pemimpin BTS, RM (nama asli: Kim Namjoon), merupakan titik awal sekaligus kompas bagi grup ini. Sebagai rapper utama dan inti dari lini rap, perannya jauh melampaui sekadar pembagian bagian lagu. Rap-nya berfungsi membangun dan membentuk pesan dalam musik BTS. Dengan latar warna vokal khas bernada menengah-rendah, lirik-liriknya menjadi poros utama menembus pandangan dunia dan lanskap emosional grup. Tidak berlebihan rasanya jika dikatakan bahwa BTS di bangun di sekitar RM. 

RM juga merupakan salah satu anggota yang paling aktif terlibat dalam penulisan lagu dan produksi. Ia terlibat secara mendalam dalam banyak lagi hingga dapat disebut sebagai “penulis lirik utama BTS. Lirik-liriknya secara konsisten mencerminkan perenungan yang mendalam. Tema-tema seperti kecemasan sebagai seorang idola, pandangan dan kritik dari orang lain, pertanyaan identitas seperti “Siapakah aku?”, serta kesepian yang menyertainya, kerap muncul berulang kali. Berbeda dengan Suga yang sering mengangkat isu-isu sosial dan sistem secara langsung, RN cenderung menyusun pesan keseluruhan lagu melalui metafora dan implikasi. Dalam lagu-lagu representatif seperti “I NEED U” dan “Spring Day,” ia berperan penting dalam menyatukan nuansa emosional menjadi satu pernyataan yang utuh. 

Perjalanannya sebagai produser juga dimulai sejak dini. Sejak mini album kedua “SKOOL LUV AFFAIR,” ia secara konsisten memasukkan lagu-lagu hasil produksinya sendiri dalam daftar lagu album. Sekitar tahun 2015, namanya mulai sering tercantum dalam kredit untuk berbagai lagu. Pada album repackage “You Never Walk Alone,” ia untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam penggarapan bagian reff lagu “Spring Day.” Ia mengungkapkan bahwa lagu tersebut terinspirasi dari dedaunan yang gugur, berangkat dari kenangan masa kecil tentang mengeringkan dan menyimpan daun, lalu menempelkannya pada sebuah surat. Sentimen personal tersebut kemudian diolah menjadi pengalaman emosional yang bersifat universal, sehingga meninggalkan kesan mendalam. 

Di luar musik, RM terus memperluas dunianya sendiri. Dikenal luas sebagai pecinta seni, ia memiliki karya dari berbagai seniman ternama serta secara pribadi mengunjungi banyak pameran. Di kalangan penggemar, aktivitas kunjungan pamerannya bahkan melahirkan istilah “RM Tour,” yang menjadikan kegiatannya dalam menikmati seni sebagai sebuah fenomena budaya. Baru-baru ini, kunjungannya ke pameran khusus peringatan 110 tahun kelahiran Lee Jung-seob di Art Chosun Space, kawasan Gwanghwamun, menarik perhatian publik dalam jumlah besar dan kembali menunjukkan pengaruh budayanya. 

Peran publik RM sebagai seorang pemimpin merupakan aspek penting lainnya dari identitasnya. Pada tahun 2018, ia menghadiri Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai urusan khusus kepresidenan dan menyampaikan pidato berbahasa Inggris atas nama grup, dengan membawa pesan “Love Yourself.” Setelah pidato tersebut, ia memperoleh sebutan seperti “diplomat K-pop” dan “pemimpin global.” Ia kembali mengunjungi PBB bersa BTS pada tahu  2020 dan 2021, menyampaikan pesan kepada generasi muda di seluruh dunia. 

Media-media besar Amerika Serikat menggambarkan aktivitas mereka sebagai “langganan di PBB” dan “kelompok yang menyampaikan harapan kepada generasi muda.” Pada tahun 2025, ia juga tampil sebagai pembicaraan dalam APEC CEO Summit di Gyeongju, dengan topik “Industri Kreatif Budaya di Kawasan APEC dan Soft Power Kebudayaan Korea.” Hal ini menandai pertama kalinya seorang artis K-pop tampil di forum tersebut, sekaligus menciptakan preseden baru. 

Perjalanan RM sebagai artis solo merupakan pilar utama lainnya dalam kariernya. Pada Desember 2022, ia merilis album solo resminya yang pertama, “Indigo,” yang mendapatkan pujian berkat kolaborasinya lintas musik dan seni visual. Ia kemudian merilis album penuh keduanya, “Right Place, Wrong Person,” pada tanggal 24 Mei 2024, yang semakin mempertajam serta memperluas dunia artistiknya. Berfokus pada tema “momen ketika seseorang merasa sebagai pihak luar yang tidak sepenuhnya memiliki tempat,” album ini terdiri atas 11 lagu yang sepenuhnya melibatkan RM dalam penulisannya. Agensinya menggambarkan karya ini sebagai “sebuah karya yang berfokus pada esensi RM sebagai artis solo, bukan semata sebagai RM dari BTS.”

Sebagai titik awal tim sekaligus arsitek di pesan-pesannya, RM telah menapaki jalannya sendiri di jantung BTS melalui bahasa dan ekspresi yang unik. Inilah alasan mengapa bab pertama dari ”BTS Profile Series” dimulai dengan dirinya. 

Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik

James dari CORTIS Mengaky Anggota BTS Ini yang Menjadi Alasan Ia Bergabung dengan HYBE