Konser BTS di Indonesia Hadapi Seruan Pembatalan di Tengah Memanasnya Konflik antara Warganet Asia Tenggara dan Korea Selatan
Kalau kalian belakangan ini sering buka X atau Threads, mungkin kalian sudah lihat keributan online antara pengguna Asia Tenggara—yang sering disebut "SEAblings," dan netizen Korea. Masalah ini muncul setelah adanya laporan kalau netizen Korea diam-diam membawa kamera dan lensa profesional ke konser DAY6 di Malaysia, padahal aturan di sana melarang penggunaan alat rekam.
Penggemar lokal mengkritik apa yang mereka anggap sebagai perlakuan istimewa terhadap fansite Korea serta menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap peraturan setempat. Sementara itu, sebagian warganet Korea membela fansite tersebut dan menuduh penggemar Malaysia bereaksi secara berlebihan. Ujaran yang merendahkan dan diskriminatif yang dilontarkan oleh sebagian warganet Korea terhadap penggemar Asia Tenggara memicu gelombang kecaman yang luas. Ada banyak penggemar SEA menegaskan bahwa meskipun mereka merupakan pasar konsumen utama, mereka tidak diperlakukan dengan semestinya.
Perselisihan ini kemudian meluas melampaui tanah K-pop dan berkembang menjadi serangan lintas budaya. Sejumlah komentar dari pihak Korea yang mengkritik penampilan fisik, budaya, dan kondisi ekonomi masyarakat Asia Tenggara. Sebaliknya, para pengguna Asia Tenggara menyoroti berbagai persoalan sosial di Korea Selatan, termasuk tingginya angka bunuh diri, penurunan tingkat kelahiran, serta maraknya operasi plastik.
Bahkan para artis Korea pun secara tidak langsung terseret dalam kontroversi ini akibat ulah penggemar ekstrem. Anggota bts, khususnya RM, turut menjadi sasaran kebencian di tengah bentrokan antara penggemar Korea dan internasional. Akibatnya, rencana konser grup tersebut di Indonesia pada bulan Desember mendatang menjadi perdebatan yang sengit.
Seiring meningkatnya ketegangan, sebagian penggemar BTS mulai menyerukan agar grup tersebut melewati jadwal tur di Indonesia. Sejumlah unggahan viral mengklaim bahwa BTS tidak seharusnya tampil di negara yang dianggap penuh dengan permusuhan. Pihak lain turut menyampaikan kekhawatiran terkait keselamatan para anggota serta mengkritik dugaan upaya memanfaatkan popularitas BTS untuk kepentingan politik atau promosi.
Beberapa pendapat yang beredar antara lain:
● Aku berharap Joon melewati Indonesia dalam tur ini. Warga di negara itu sekarang sangat rasis dan agresif. Mereka mungkin saja menyakitinya secara fisik.
● Kasihan sebenarnya sama ARMY Indonesia, tapi aku belum pernah melihat orang dari suatu negara bersikap sedemikian tidak rasional.
● Aku benar-benar berharap BTS membatalkan konser di Indonesia. Ini sudah keterlaluan, mulai dari warga yang tidak bekerja dan penggemar K-pop yang melecehkan mereka, hingga pemerintah yang ingin memanfaatkan mereka.
● Orang Indonesia telah melakukan serangan rasisme terhadap Namjoon selama berbulan-bulan. Mulai dari penampilannya, lalu Tae yang bekerja sama dengan brand, kemudian Jungkook. Sekarang kembali lagi. BTS perlu membatalkan promosi di sana.
● Tolong bebaskan BTS dari pemerintah dan warga Indonesia.
Namun, banyak ARMY lainnya yang dengan tegas menentang seruan tersebut. Mereka berpendapat bahwa penggemar lokal tidak seharusnya disalahkan atas perundingan daring dan mengingatkan bahwa BTS juga pernah menghadapi rasisme di negara lain tanpa adanya tuntutan pembatalan konser. Mereka menekankan bahwa masalah utama terletak pada perilaku toksik di dunia maya dan konflik media sosial yang tidak bermakna, yang seharusnya tidak memengaruhi artis maupun penggemarnya.
Sejumlah seruan dukungan yang beredar di dunia maya antara lain:
● Jangan mengatakan hal seperti itu. Hal ini juga menyakiti ARMY Indonesia. Kami juga sudah berusaha melaporkan dan memblokir akun-akun tersebut, tetapi mereka terus muncul kembali.
● Aku nggak ngerasa kalo ARMY Indonesia bersalah. Media AS juga rasis ke BTS selama bertahun-tahun, dan nggak ada yang minta mereka berhenti untuk konser di sana.
● Nggak ada alasan untuk merampas hak penggemar yang nggak bersalah untuk nonton konser. Menghukum mereka sama aja dengan melecehkan para influencer Korea yang nggak bersalah.
● Kalian berbicara seolah-olah ARMY Indonesia tuh nggak penting. Udah hampir sembilan tahun BTS nggak datang ke sini, dan sekarang orang-orang kepengen ngebatalin cuma karena beberapa akun yang nyebarin kebencian.
● Mereka tampil untuk ARMY, bukan untuk para antis. Nggak bakalan terjadi apa-apa. Jadwal mereka tuh padat, dan giliran kami aja udah dekat sama akhir tahun.
● Ini bukan kesalahan Indonesia! Kami juga ngerasa lelah harus menghadapi kasus ini setiap hari.
● Ngeliat semua ini ngebikin hatiku hancur. Aku udah berjuang keras ngebelain BTS. Aku berdoa biar masalah ini cepet kelar sehingga mereka bisa balik ke kampung halamanku setelah sembilan tahun.




Comments
Post a Comment