Pemerintah Kota Seoul Mensponsori Konser Comeback BTS, Menyetujui Penggunaan Nama Resmi dan Memberi Pemberitahuan Kepasa HYBE
Artikel asli: Yonhap News
⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋
"Memberikan Manfaat Publik Melalui Acara Budaya dan Promosi Pariwisata... Mendorong Perekonomian Lewat Festival Gelombang K-pop"
Pemeriksaan Khusus 127 lift di Sekitar Gwanghwamun untuk Menjamin Keamanan Kerumunan dan Menyambut Penggemar Global
⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋
Pemerintah Kota Seoul akan secara resmi menjadi sponsor konser comeback BTS yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Gwanghwamun pada 21 Maret bulan depan. Sebagai persiapan, pemerintah kota melakukan pemeriksaan khusus terhadap lift di fasilitas umum utama di kawasan tersebut serta menindak praktik kenaikan harga tidak wajar di tempat wisata.
Dalam wawancara via telepon dengan Yonhap News pada tanggal 10, seorang pejabat kota Seoul mengatakan, "HYBE mengajukan permohonan untuk menggunakan sebutan 'Disponsori oleh Pemerintah Kota Seoul' dalam proyek comeback BTS. Setelah ditinjau, kami akan memutuskan untuk menyetujuinya dan telah memberi tahu HYBE pada tanggal 29 bukan lalu."
Setelah melalui peninjauan internal, pemerintah kota menyimpulkan bahwa acara ini bermanfaat bagi publik dan sejalan dengan tujuan kebijakan kota, sehingga tidak ada masalah dalam mengizinkan penggunaan nama sponsor tersebut.
Menurut Laporan Peninjauan Penggunaan Nama Sponsor yang disusun oleh pemerintah kota pada bulan lalu, "Acara ini terdiri atas konser dan berbagai program pendukung bagi warga serta pengunjung internasional. Kegiatan ini dinilai memiliki nilai kepentingan publik karena menyediakan konten budaya berbasis pengalaman dan pertunjukan, serta diperkirakan akan menarik wisatawan asing."
Laporan tersebut juga menyebutkan, "Mengingat popularitas global K-pop, acara ini diperkirakan akan menarik penggemar dari luar negeri, menciptakan suasana perayaan, serta berkontribusi terhadap revitalisasi sektor pariwisata dan perekonomian lokal Seoul."
Dengan persetujuan pemerintah kota, HYBE kini diperkenankan menggunakan frasa "Disponsori oleh Pemerintah Kota Seoul" untuk seluruh materi promosi proyek comeback BTS.
Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan acara, pemerintah kota akan melaksanakan pemeriksaan keselamatan khusus terhadap lift-lift di fasilitas-fasilitas umum di kawasan Gwanghwamun pada periode 24 Februari hingga 6 Maret.
Sebanyak 127 unit lift dalam radius satu kilometer di lokasi acara akan diperiksa, termasuk lift-lift dj stasiun-stasiun kereta bawah tanah seperti City Hall, Jonggak, Euljiro 1-ga, Anguk, Gyeongbokgung, dan Gwanghwamun; enam fasilitas budaya, antara lain Sejong Center for the Performing Arts, Museum Istana Nasional Korea, dan Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer; serta lima fasilitas lainnya, termasuk New Seoul Hotel, Koreana Hotel, dan Four Season Hotel Seoul.
Pemeriksaan tersebut akan dilaksanakan serentak oleh delapan petugas dari Badan Keselamatan Lift Korea dan kantor distrik setempat. Apabila ditemukan kekurangan, pihak pengelola akan diberitahukan untuk melakukan perbaikan, serta sanksi dendam akan dikenakan apabila terdapat pelanggaran hukum.
Petugas pemeriksa akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sistem penguncian pintu lift, suara-suara abnormal pada unit penggerak, kondisi pemasangan rem, perangkat komunikasi darurat, fungsi tombol panggil, serta jalur pemandu bagi penyandang disabilitas.
Untuk eskalator, pemeriksaan akan difokuskan pada stabilitas pelat pendaratan, pemasangan perangkat penghenti darurat, serta kondisi pelindung keselamatan yang tidak terpasang secara permanen.
Demi mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung, pemerintah kota melakukan berbagai upaya intensif guna menjamin keselamatan publik serta menyambut para penggemar dari seluruh dunia dengan baik. Pada tanggal 4 Februari, Wali Kota Oh Se-hoon memimpin rapat khusus untuk meninjau berbagai isu utama terkait acara comeback BTS serta membahas langkah-langkah penanganan secara komprehensif.
Berdasarkan konsultasi dengan para ahli, pemerintah kota telah memperketat peninjauan terhadap rencana pengelolaan keselamatan serta akan memantau kepadatan massa secara real time melalui data perkotaan dan kamera pengawas (CCTV) di pusat pengendalian bencana dan keselamatan. Selain itu, pemerintah kota juga telah memeriksa kepatuhan penyedia akomodasi terhadap tarif kamar yang dipasang, serta berencana akan menugaskan "pembeli rahasia" di pasar-pasar tradisional dan destinasi wisata utama yang sering dikunjungi wisatawan asing guna menindak praktik penetapan harga yang berlebihan.


Comments
Post a Comment