Pesan tulus Jungkook kembali viral di tengah reaksi kecewa dari sebagian fans Korea usai live terbarunya
Live streaming tengah malam Jungkook pada dini hari tanggal 26 masih terus menjadi bahan perbincangan di internet. Di situ, untuk pertama kalinya, dia jujur soal kebiasaan merokoknya. Dia bilang, "Dulu aku sering banget ngerokok, tapi aku udah berusaha keras untuk berhenti." Sambil nyebutin agensinya, BigHit Music, dia menambahkan, "Begitu aku ngomongin ini, pasti perusahaan langsung panik."
Dia juga curhat, "Aku sendiri nggak tahu lagi apa yang aku omongin. Rasanya kesel dan capek banget. Aku mau hidup dengan caraku sendiri. Aku nggak peduli sama agensi," lalu berkata lagi, "Aku kepengen jujur sama ARMY. Kalo bukan karena agensi, aku pasti udah ceritain semuanya."
Selama siaran, Jungkook juga sempat terlihat mengacungkan jari tengah dan mengumpat. Saat kata-kata kasarnya jadi sorotan, dia langsung menjelaskan, "Aku nggak ngelakuin itu ke ARMY. Aku cuma ngasih cinta untuk ARMY."
Sebagian penonton menilai kalo dia masih "menjaga batasan sebagai idol" dengan menegaskan bahwa dia nggak bermaksud untuk menghina fans. Tapi, ada juga yang ngerasa kecewa dan berkomentar seperti:
"Kalo dulu pas lagi mati-matian ngurusin fandom, apa dia bakal kayak gini?",
"Kalo mau ngomong seenaknya, ya jangan jadi idol,"
"Profesi yang hidup dari fantasi butuh sikap yang sesuai,"
"Waktu rookie dulu, apa dia bakalan kayak gini?", dan,
"Kok sekarang dia udah berubah banget?"
Bahkan, beberapa fans Korea bilang mereka "keluar dari fandon." Admin dari salah satu fanpage besar juga mengumumkan bakal menutup akun mereka karena alasan pribadi setelah bertahun-tahun mengelola. Ada juga yang mengaku "mantan fans" dan kemudian balik menyerang, sampai mem-posting hal-hal ekstrem kayak ancaman, ngerobekin foto, bahkan ngebakar merchandise Jungkook dan BTS.
Situasi ini mengingatkan banyak fans sama ucapan Jungkook di masa lalu, pas dia ditanya gimana perasaannya kalo fans ninggalin fandom. Ucapannya itu sekarang viral lagi.
Waktu itu, Jungkook bilang:
"Kalian mau suka sama grup lain? Haha, itu hak kalian! Aku sih nggak terlalu mikirin. Aku cuma kerja keras buat orang-orang yang ngedukung aku, jadi aku nggak khawatir. Malah, kalo ada yang nulis komentar jahat, aku masih tetap bersyukur, karena berarti mereka masih mau ngeluangin waktu buat mikirin aku. Aku berterima kasih banget sama mereka.
Tapi, ya tentu aja aku nggak suka. Aku boleh nggak suka sama hal itu, kan? Aku nggak suka sama orang-orang yang ngomong jelek tentangku. Aku cuma fokus sama orang-orang yang dukung aku. Aku bakalan bekerja keras dan hidup dengan baik buat kalian semua. Aku yakin aku nggak bakal berubah. Sampai lututku lemah dan suaraku nggak keluar lagi, aku bakalan terus berjalan. Aku dapetin banyak kekuatan dari kalian, jadi aku bakal hidup dengan bersungguh-sungguh. Pokoknya, aku selalu bersyukur."
Di kesempatan lain, dia juga bilang:
"Mungkin ada di antara kalian yang udah pergi. Tapi aku tetap mau bilang makasih, kapan pun kalian dulu mencintai kami. Aku cuma mau bilang makasih karena udah berbagi momen-momen itu bareng kami."
Dia nambahin lagi:
"Aku bakal selalu ada di sini. Kapan pun ARMY mau lihat aku, kalian bisa datang kapan aja. Dan kalo suatu suatu hari nanti kalian harus pergi, atau pengen pergi, kalian juga bebas kapan aja. Tapi selama kalian inget ini, aku bakal selalu ada di sini."
Di dunia K-pop, di mana batas antara "rasa ngemilikin" dan "ngasih support" sering burem, tapi sikap Jungkook ini terlihat beda. Dia nggak maksa fans buat setia, dan nggak berusaha untuk tampil sempurna terus-menerus demi mempertahankan fans. Sebaliknya, dia tetap menghargai bahkan orang-orang yang udah pergi, dan nganggep waktu yang pernah mereka lewatin bareng itu sebagai kenangan berharga.
Terutama caranya nanggepin komentar jahat atau fans yang "pergi" dengan senyuman dan ucapan terima kasih, udah cukup untuk nunjukin kedewasaannya. Dia paham kalo nilai dirinya tuh nggak ditentuin dari bisa nyenengin semua orang, tapi dari dedikasinya ke orang-orang yang beneran ngehargain dia.
ARMY juga banyak yang nunjukin paradoks di budaya fandom K-pop: fans sering bilang kepengen ngeliat sisi lain idol yang "jujur dan apa adanya," tapi pas kejujuran itu bikin nggak nyaman, mereka malah nuntut sikap "ala idol" dan manajemen image yang ketat. Akhirnya, semakin sayang, ekspektasi jadi semakin tinggi—dan makin gede juga rasa kecewanya.
Live terbaru Jungkook, ditambah dengan pesan-pesan lamanya, jadi pengingat kalo ngedukung seseorang dengan tulus itu berarti juga nerima sisi manusianya yang biasa. Banyak ARMY yang ngerasa kejadian kayak gini justru "ngebersihin" fandom dari orang-orang toxic, jadi lebih lega daripada marah.
Sementara itu, Kata-kata lama Jungkook terus beredar sebagai pengingat buat fans untuk setia. Banyak juga yang ninggalin komentar kayak:
"ARMY beneran bakalan selalu ada di sini, Jungkook,"
"Kami bakal sayang sama kamu selamanya. Aku dukung apa pun yang bikin kamu bahagia, karena kamu pantes dapetin semua kebahagiaan yang ada di dunia,"
"Ini malah ngebikin aku makin cinta sama dia. Jungkook, makasih atas kehadiranmu,"
"Haters nggak bakal ngerti. Borahae, Jungkook,"
"Aku nggak pergi! Aku nggak bakal pergi! Mau pergi mau kemana juga?" dan,
"Para antisipasi mending berhenti nge-hate kalo nggak tau apa-apa soal kepribadiannya."




Comments
Post a Comment