Suga mengenang masa tergelap dalam hidupnya saat BTS hampir bubar, membuat ARMY terharu

 


Setiap pekerjaan pasti ada risikonya, tapi menjadi seorang idola termasuk salah satu karier yang paling tidak pasti. Sebelum debut, para trainee hidup dengan rasa cemas secara terus-menerus—nggak tahu kapan akan debut, atau bahkan apakah mereka akan debut sama sekali. Setelah debut pun, ada banyak grup yang masih harus berjuang selama bertahun-tahun sebelum akhirnya bubar. Tidak ada jaminan bahwa seorang idola yang terkenal saat ini akan tetap terkenal di kemudian hari.

BTS sendiri sudah melewati banyak hari-hari yang penuh dengan ketakutan sepanjang karier mereka—hingga pada suatu titik mereka sempat mempertimbangkan kemungkinan untuk bubar. Salah satu momen tersebut terjadi ketika lagu "Danger" tidak meraih hasil yang memuaskan di tangga lagu. Jin pernah menggambarkan masa itu dengan kata-kata yang menyedihkan, "Rasanya seperti semuanya sudah berakhir buat kami." Suga juga ingat kalau para anggota pada saat itu merasa sangat frustrasi dan menjadi sering bertengkar.




Namun, momen tersebut bukanlah pengalaman yang paling membekas dalam ingatan Suga. Jauh sebelum itu, ia telah melalui sebuah peristiwa yang kemungkinan besar tidak akan pernah ia lupakan seumur hidup—sebuah masa yang ia sebut sebagai "masa tergelap dalam hidupku." Dalam "Proof" Collector's edition, Suga membuka diri mengenai pengalaman tersebut, membagikan emosi yang ia rasakan, serta memungkinkan para penggemar memahami dirinya dan grup secara lebih mendalam.

Secara khusus, ketika ditanya, "Jika melihat ke belakang, kapan masa tergelap dalam hidupmu?" Suga menjawab, "Sebelum debut, saat aku berusia dua puluh tahun. Perusahaan sedang menghadapi masa-masa sulit, sehingga grup yang selama ini aku persiapkan pada dasarnya telah melalui proses pembubaran. Namun, aku tetap merasa harus terus menjadi trainee."

Dia kemudian menjelaskan kondisi keuangannya saat itu untuk memberikan gambaran yang lebih jelas. Dia mengatakan, "Aku datang ke Seoul dari Daegu, dan biaya hidup bulananku sangatlah rendah—bahkan aku tidak mampu menyewa kamar semi-basement. Saat itulah aku mulai bekerja. Aku melakukan pekerjaan paruh waktu sebagai kurir, mengajar les, dan mencoba mencari uang dengan cara apa pun." 




Sayangnya, upaya tersebut bukan hanya tidak menyelesaikan masalah, tetapi malah membawa kesulitan baru, baik secara fisik maupun mental. "Saat aku mulai mendapatkan uang, aku malah mengalami kecelakaan motor. Baru sepuluh tahun kemudian aku akhirnya menjalani operasi bahu," kenangnya.

Dia juga menggambarkan kondisi mentalnya saat itu. "Masa itu benar-benar gelap. Aku cuma bisa mengurung diri di kamar, bahkan sampai dua minggu aku nggak mandi. Aku takut untuk keluar rumah. Aku nggak bisa pergi kuliah, bahuku juga cedera karena kecelakaan. Aku terus berpikir, 'Hidupku bakal jadi apa, sih?' Semua yang sudah aku lakukan rasanya sia-sia. Waktu itu juga belum ada acara seperti Show Me The Money. Aku merasa putus asa." 

Baru setelah perusahaan Bang Si-hyuk membantu—membayarkan uang kuliahnya dan menunggunya dengan sabar—dia akhirnya bisa bangkit. "Waktu perusahaan bertanya kenapa bahuku begitu, aku takut aku akan dikeluarkan kalau aku bilang aku kecelakaan saat bekerja menjadi kurir, jadi aku bilang aku terjatuh dari tangga. Ternyata perusahaan malah membayar uang kuliahku dan menungguku," kenangnya.




Suga menutup ceritanya dengan berkata, "Masih ada beberapa krisis lagi setelah itu. Sampai sekarang, kalau mengingat masa-masa itu, rasanya masih gelap." Ini menunjukkan betapa beratnya masa yang pernah dia lewati. Meski penggemar baru mendengarnya sekarang, mereka tetap bisa merasakan betapa sakit dan beratnya perjuangannya 


——————————————


Terjemahan foto:

Q: Kalau melihat ke belakang, kapan momen tergelap dalam hidupmu?

😺: Sebelum debut, waktu itu aku berusia 20 tahun.
Pada saat itu, perusahaan sedang mengalami kesulitan finansial, sehingga tim yang selama ini aku persiapkan bersama pada dasarnya mulai memasuki proses pembubaran. Namun demikian, aku tetaperasa bahwa aku harus melanjutkan peranku sebagai trainee.

Aku datang ke Seoul dari Daegu, dan biaya hidup bulananku sangat terbatas—sedemikian minimnya hingga aku bahkan tidak mampu menyewa kamar semi-basement.

Pada masa itulah aku mulai bekerja. Aku menjalani pekerjaan paruh waktu sebagai kurir, memberikan les, serta berusaha memperoleh penghasilan melalui berbagai cara yang memungkinkan. Namun kemudian aku mengalami kecelakaan motor. Sepuluh tahun kemudian, akibat kecelakaan tersebut, aku akhirnya harus menjalani operasi pada bagian bahu.

Masa itu benar-benar merupakan periode yang sangat gelap dalam hidupku. Aku mengurung diri di dalam kamar dan bahkan tidak mandi selama dua minggu. Aku merasa takut dan tidak mampu memaksakan diri untuk keluar rumah. Aku tidak dapat melanjutkan perkuliahan, dan setelah kecelakaan tersebut, kondisi bahuku menjadi seperti ini—aku terus-menerus mempertanyakan apa yang akan terjadi dengan masa depan hidupku.

Segala upaya yang telah aku lakukan hingga saat itu terasa sia-sia. Selain itu, pada masa tersebut masih belum ada program seperti Show Me The Money. Aku merasa benar-benar kehilangan arah.

Ketika pihak perusahaan menanyakan alasan kondisi bahuku, aku berpikir bahwa mereka mungkin akan memandangku dengan lebih baik apabila saya mengatakan bahwa aku mengalami kecelakaan saat bekerja sebagai kurir. Oleh karena itu, aku hanya menyampaikan bahwa aku terjatuh dari tangga. Karena alasan tersebut, perusahaan bersedia menungguku dan bahkan membiayai pendidikan perkuliahanku.

Selain itu, masih terdapat beberapa krisis lain yang aku alami. Hingga saat ini, setiap kali aku mengingat kembali masa-masa tersebut, perasaan gelap itu masih tetap terasa.

——————————————


Reaksi ARMY:

1. Yoongi sudah mengalami begitu banyak rasa sakit, tapi dia nggak menyerah. Kamu sudah sejauh ini, Yoongi. Aku bangga banget sama kamu.

2. Banyak banget rasa sakit dan tekanan dalam kata-katanya. Aku kagum sama keberanian Yoongi. Dia melewati banyak masa sulit, dan sekarang dia membantu orang lain. Dia seorang yang menginspirasi dan seorang seniman yang hebat. Love you, Yoongi.

3. Setiap dengar cerita ini, aku selalu hampir nangis 

4. Dia udah ngelewatin neraka, tapi kok masih ada aja ya orang yang bilang kalo BTS nggak ngebangun diri mereka dari nol.

5. Yoongi kecil kita punya hidup yang berat banget. Aku terharu melihat bagaimana dia mengubah kegelapan jadi cahaya yang menghangatkan orang lain.

6. Aku bisa ngerasain trauma dan rasa sakitnya. Dibandingkan yang Yoongi alami, masalahku tuh nggak ada apa-apanya. Dia pantes untuk dapetin dunia—bahkan seluruh alam semesta.

7. Aku mengerti kamu, Yoongi. Semoga Tuhan memberkatimu sampai kamu bisa ngelupain hari-hari burukmu.

8. Ya ampun... Little meow meow kita, kamu udah ngelewatin banyak hal. Kamu pantes dapetin semua hal-hal baik yang ada di dunia.

9. Yoongi... Kamulah alasanku untuk nggak gampang nyerah. Perjalanan dan perjuanganmu tuh jadi motivasi untuk jutaan orang. Dari kamu aku belajar "jangan pernah menyerah pada mimpi." Makasih untuk semuanya.

10. Aku berharap dia dan para member selalu bahagia. Tannies sudah melewati banyak hal.

11. Yang aku mau cuma kebahagiaan untuk Yoongi. Semoga dia selalu diberikan cinta dan kebaikan yang tanpa batas.

12. Aku nggak salah memilih BTS—dan Min Yoongi—sebagai inspirasi hidupku. Makasih udah bekerja keras selama ini. Aku mencintaimu.












Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik

James dari CORTIS Mengaky Anggota BTS Ini yang Menjadi Alasan Ia Bergabung dengan HYBE