[Terjemahan Artikel] Dari BTS hingga "Golden" dari K-pop Demon Hunters... K-pop Memperluas Eksistensinya di Ajang Grammy

 Artikel asli: Naver


⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋

"Jalan Tol Grammy" yang dimulai oleh BTS
"Optimisme Meningkat terhadap Album Kelima BTS, ARIRANG, untuk Meraih Grammy Jika Hasilnya Kuat Secara Artistik"

⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋⚋




Tantangan K-pop di Grammy Awards kini memasuki titik balik yang penting pada tahun ini. 

Menurut industri K-pop pada tanggal 10, dari tahun 2021 hingga 2023, grup global BTS secara konsisten membuktikan bahwa K-pop merupakan genre yang layak diperhitungkan di Grammy melalui nominasi berulang serta penampilan panggung mereka. 

Berdasarkan momentum yang telah terakumulasi tersebut, tahun ini menandai fase baru, di mana berbagai artis dan karya K-pop menunjukkan eksistensi yang kuat dalam nominasi, penampilan, maupun penghargaan, sehingga membentuk pola keberhasilan yang baru. 

Pada ajang Grammy Awards ke-68 yang diselenggarakan pada tanggal 1 (waktu setempat), "Golden," lagu tema dari film animasi K-pop Netflix K-pop Demon Hunters, berhasil meraih penghargaan Best Song Written for Visual Media. Hal ini menandai pertama kalinya sebuah karya yang berkaitan dengan K-pop memenangkan penghargaan Grammy. 

Selain itu, para artis K-pop seperti Rose dari Blackpunk serta grup global besutan HYBE, Katseye, memasuki nominasi di kategori utama seperti Song of the Year, Record of the Year, and Best New Artist. Mereka juga tampil di acara tersebut, menciptakan momen simbolis sepanjang ajang penghargaan tahun ini. 




Meski pencapaian ini mengikuti jejak sebelumnya, seperti kemenangan soprano Sumi Jo dan teknisi suara Hwang Byung-jun di bidang musik klasik, prestasi tersebut memiliki makna khusus karena diperoleh dalam konteks industri dan budaya musik populer, khususnya K-pop. Hal ini mencerminkan semakin beragamnya cara musik Korea dapat diterima dalam pasar musik arus utama global. 

Secara khusus, hasil Grammy tahun ini bagi K-pop—termasuk kemenangan "Golden,"—dapat dipahami sebagai bagian dari jalur yang terbentuk setelah era BTS. Akumulasi pengalaman melalui nominasi dan paparan panggung yang berulang, yang pada akhirnya berujung pada penghargaan, menunjukkan bahwa K-pop kini telah menjadi "bidang yang terus diperbincangkan" di Grammy, bukanlah sekadar "fenomena sesaat." Para penggemar menilai bahwa apa yang disebut sebagai "jalan tol Grammy" yang dipelopori oleh BTS kini mulai berfungsi secara nyata. 

Lee Gyu-tak, seorang profesor di George Mason University Korea sekaligus Direktur Global K-pop Center, menyatakan, "Setelah BTS secara konsisten menerima nominasi Grammy, hambatan bagi artis dan karya K-pop lainnya jelas menurun. BTS telah menjalankan tugas berat dalam membuka jalan bagi K-pop, dan kini para artis masa kini dapat berlari di jalan yang telah dirintis tersebut." Ia menambahkan bahwa hal ini berkontribusi pada kemenangan "Golden," nominasi Katseye sebagai Best New Artist, serta nominasi "APT." oleh Rose and Bruno Mars dalam kategori Song of the Year di General Field.

Tren ini juga sejalan dengan arah perkembangan Grammy yang terus berubah. Dalam beberapa tahun terakhir, Grammy telah memperluas perhatiannya terhadap musik non-Barat, termasuk global pop, Latin pop, dan Afrobeats, yang mencerminkan perubahan pasar global serta pengaruh popularitas secara lebih aktif. Pada upacara tahun ini, bintang pop Latin Bad Bunny memenangkan Album of the Year melalui album berbahasa Spanyol, yang menunjukkan meningkatnya potensi musik non-Inggris.




Kritikus musik Lim Jin-mo menyatakan, "Bad Bunny telah mengetuk pintu Grammy selama tujuh hingga delapan tahuk sebelum akhirnya memenangkan Album of the Year, dan kualitas artistik serta pengaruh industri musik Latin, termasuk artis seperti Rosalia, yang kini semakin diakui. Grammy masih bersifat konservatif, namun secara perlahan mulai membuka diri terhadap musik non-Inggris yang menunjukkan nilai artistik yang kuat. K-pop juga memiliki potensi besar apabil didukung oleh kesempurnaan artistik dan pesan yang bermakna." 

Seiring dengan semakin meluasnya kehadiran K-pop dalam kategori utama Grammy, perhatian publik juga tertuju pada kembalinya BTS sebagai grup lengkap. Pada tanggal 20 Maret, BTS akan merilis album penuh kelima mereka, ARIRANG. Ini merupakan aktivitas grup lengkap pertama mereka dalam kurun waktu sekitar tiga tahun sembilan bulan sejak seluruh anggota menyelesaikan wajib militer. Album tersebut akan memenuhi syarat untuk dipertimbangkan dalam Grammy Awards awal tahun 2027.

Lim Jin-mo menambahkan, "Tidak diragukan lagi bahwa BTS telah membuka jalan bagi tantangan K-pop di Grammy. Melalui ARIRANG, sebuah album yang secara jelas menegaskan Korea sebagai akar identitas mereka, BTS diperkirakan akan sukses menyelesaikan tur dunia terbesar yang pernah diluncurkan oleh grup K-Pop asal Korea tahun ini. Apabila ARIRANG terbukti sebagai karya yang kaya secara artistik, maka kita dapat kembali bersikap optimistis terhadap peluang kemenangannya."






Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik

James dari CORTIS Mengaky Anggota BTS Ini yang Menjadi Alasan Ia Bergabung dengan HYBE