Jin ungkap cara BTS jadi satu-satunya grup yang berhasil matahin "Kutukan K-pop" dan tetap bersama lebih dari 10 tahun
Untuk menjadi salah satu—atau bahkan mungkin satu-satunya—grup K-pop yang dapat kembali bersatu sepenuhnya setelah masa jeda dan tetap mempertahankan formasi yang sama seperti saat debut setelah 13 tahun, BTS jelas memiliki rahasia tersendiri. Rahasia tersebut secara langsung menyentuh inti permasalahan yang sering menyebabkan perpecahan dalam sebuah grup: kurangnya persatuan di antara para anggota. Dalam percakapannya dengan Lee Young-ji, Jin mengungkapkan hal ini dengan mengatakan, “Salah satu alasan mengapa kami begitu sukses adalah karena setiap anggota bersedia mengalahkan apa yang ingin ia lakukan demi anggota lainnya.”
Jin juga menekankan pentingnya menempatkan kepentingan mayoritas di atas keinginan minoritas. Ia menyiratkan bahwa apa yang sering disebut sebagai “sindrom selebritas”—ketika seseorang merasa dirinya terlalu sukses sehingga ingin melakukan apa pun sesuai keinginannya—sebenarnya dapat menjadi ancaman nyata bagi keharmonisan sebuah grup.
Selain itu, Jin menyebutkan bahwa ketujuh anggota selalu berhati-hati agar tidak melakukan sesuatu yang dapat menyakiti satu sama lain. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya karena mereka semua memiliki tujuan yang sama, sehingga rencana musik maupun promosi grup menjadi lebih mudah untuk diwujudkan.
Dalam kata-katanya sendiri:
"Sulit mempertahankan sebuah tim jika ada seseorang yang ingin melakukan apa pun yang ia inginkan karena merasa dirinya telah sukses. Namun, masing-masing dari kami tidak melewati batas dan bersedia mengalahkan apa yang ingin kami lakukan demi anggota lain. Saya pikir itulah alasan kami bisa mempertahankan tim ini."
Ketika seseorang berjalan sendirian, ia dapat melakukan apa pun untuk mencapai kesuksesan pribadi. Namun ketika menjadi bagian dari sebuah kelompok, jika ingin berkembang secara kuat dan berkelanjutan, maka kepentingan bersama harus ditempatkan di atas segalanya. Jika seseorang hanya mengikuti keinginannya sendiri tanpa mempertimbangkan kelangsungan grup, maka semua usaha keras yang dilakukan untuk debut sebagai sebuah tim menjadi kehilangan makna sejak awal.
Sementara itu, dalam sebuah wawancara internasional, RM pernah merangkum isu tersebut dengan mengatakan:
Para anggota tidak hanya memahami nilai inti tersebut, tetapi juga menjadikannya sebagai prinsip yang membimbing mereka untuk memperkuat persahabatan serta masa depan grup. Hal ini telah terbukti dalam berbagai tahap perjalanan BTS. Pada tahun 2018, misalnya, grup ini bahkan sempat mempertimbangkan untuk bubar akibat tekanan yang sangat besar. Namun setelah duduk bersama dan mendiskusikannya, mereka akhirnya memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan serta menghadapi kesulitan sebagai satu tim.
Menjelang comeback BTS pada musim semi 2026, RM mengakui bahwa gagasan untuk bubar memang pernah terlintas di benak para anggota. Ia secara jujur mengungkapkan:
"Kami telah memikirkan hal yang sama ribuan kali: 'Haruskah kami bubar atau meninggalkan tim ini?'"
Namun ia kemudian menambahkan:
"Alasan kami tetap mempertahankan grup ini adalah karena cinta dan rasa hormat kami kepada kalian semua. Saya mencintai kalian semua. Saya harap kalian memahami hal itu."



.jpg)

Comments
Post a Comment