Saat para anggota BTS mengubah keputusan mereka karena orang tua, bahkan terkait pernikahan

 



Di kebudayaan Barat—terutama di Amerika Serikat dan Eropa Utara—orang-orang biasanya lebih menekankan kebebasan individu. Sementara itu, di kebanyakan budaya Timur, kehidupan lebih berpusat pada keluarga. Di banyak negara Asia, keluarga masih punya peran besar dalam hidup seseorang. Keputusan penting—mulai dari karier, hubungan asmara, sampai gaya hidup sehari-hari—kadang bukan cuma urusan pribadi, tapi juga berkaitan dengan harapan dan keinginan keluarga. 

Dalam konteks seperti ini, mendengarkan dan menghormati orang tua bukan cuma dianggap sebagai tanggung jawab dalam keluarga, tapi juga sebagai standar sosial dan moral. Pendapat orang tua sering punya pengaruh yang besar, bahkan kadang lebih kuat daripada keinginan pribadi. Tapi ini tidak selalu berarti hal yang negatif seperti yang sering dibayangkan kebanyakan orang. Dalam banyak kasus, nasihat orang tua justru memberikan sudut pandang yang lebih matang sehingga anak bisa mempertimbangkan pilihannya kembali. 

Pengalaman pada member BTS juga sedikit mencerminkan hal-hal itu. Meskipun mereka sudah menjadi superstar global dengan kehidupan yang mandiri dan kesuksesan besar, mereka tetap menunjukkan rasa hormat yang dalam kepada keluarga mereka. Menariknya, perubahan keputusan yang mereka buat bukan karena tekanan atau paksaan, tapi karena mereka sendiri yang memikirkan kembali nasihat orang tua dan merasa bahwa itu masuk akal. 




Salah satu cerita menarik tentang pengaruh keluarga datang dari Yoongi. Di wawancara terbarunya dengan majalah GQ, para member BTS dan fans membahas bagaimana gaya Yoongi berubah dalam beberapa tahun terakhir. Hoseok bahkan sempat berkomentar kalo gaya Yoongi sekarang terasa lebih "rock," terutama soal rambutnya. 

Di situ Yoongi mengungkapkan bahwa perubahan gayanya mulai terjadi sekitar tiga tahun lalu, dan salah satu alasan utamanya ternyata karena orang tuanya suka ngeliat dia dengan rambut panjang. Kurang-lebihnya, Yoongi bilang, "Aku manjangin rambutku karena orang tuaku suka. Itu sebenarnya satu-satunya alasan. Ibuku emang dari dulu suka kalo rambutku gondrong." Dia juga nambahin kaki saat orang tuanya ngeliat kepalanya dicukur pas wajib militer, ayahnya bilang, "Rambut gondrong cocok banget untukmu."





 Di siaran live beberapa tahun lalu, rapper itu juga pernah ngomong cukup jujur tentang hal ini. Dia mengaku sebenarnya ngga terlalu peduli kakk rambutnya gondrong atau pendek. Tapi ibunya tuh suka banget sama rambut gondrong—bahkan menurut Yoongi, "Ibuku sedih banget pas aku potong rambut."

Pas Hoseok nanggepin dengan bercanda, "Oh, seriusan? Ya emang nggak bisa ngelawan ibu," Yoongi cuma ketawa pasrah terus nyeritain kejadian lucu. Katanya, ada orang yang nyaranin dia potong rambut, terus dia jawab kalo ibunya suka rambut gondrong. Orang itu malah bilang, "Emang kamu juga kelihatan bagus kok dengan rambut gondrong."




Sementara itu, cerita Taehyung dengan orang tuanya berkaitan dengan kecintaannya pada anjingnya yang terkenal, Yeontan. Taehyung sama Yeontan punya hubungan yang dekat banget sampai ada banyak fans yang kagum—bahkan iri—ngeliat kedekatan mereka. Tapi karena jadwal Taehyung yang super sibuk dan sering banget berpergian, dia sempat ngerasa khawatir kalo Yeontan bakal ngerasa kesepian saat sendirian di rumah. Oleh karena itu, dia pernah berpikir untuk memelihara hewan lain supaya Yeontan punya teman. 

Ibunya cukup setuju dengan ide itu dan ngerasa kalo Yeontan emang bakal ngerasa senang karena punya teman. Tapi bapaknya Taehyung justru malah mereka nggak mau ngadopsi anjing lain. Dia khawatir bakalan sulit untuk ngebagi perhatian dan kasih sayang ke beberapa hewan peliharaan, apalagi kondisi kesehatan Yeontan juga lagi nggak begitu sehat. Dia pengen ngasih kasih sayang sebagai keluarga—dan perhatian Taehyung—fokus sepenuhnya untuk Yeontan. 

Karena orang tuanya punya pendapat yang berbeda, Taehyung sempat ada di posisi yang sulit. Tapi akhirnya dia memilih untuk ngikutin nasihat bapaknya dan nggak ngambil hewan peliharaan lain. Sampai akhir hidup Yeontan, Taehyung mencurahkan sebagian besar waktu dan perhatiannya cuma untuk anjing kesayangannya itu. 




Kalo ceritanya Yoongi dan Taehyung lebih ke tentang keputusan sehari-hari, kasus Namjoon tentang keputusan yang jauh lebih besar: pernikahan. 

Memasuki usia tiga puluhan, leader BTS itu mulai memikirkan lebih serius soal cinta dan pernikahan. Dalam salah satu episode acara The Dictionary of Useless Knowledge, dia pernah bilang bahwa ada banyak orang yang lahir di tahun 1990-an sekarang punya pandangan yang agak skeptis terhadap pernikahan. Tren untuk tetap singel atau milih untuk nggak nikah emang udah makin umum di Korea Selatan dan juga di banyak negara lain. 

Namjoon ngaku kalo dalam beberapa tahun terakhir dia sempat berpikir mungkin dirinya nggak bakalan nikah. Dia bilang, "Apa mungkin hal seperti itu terjadi dalam hidupku? Dulu aku pikir menikah itu proses yang alami, tapi beberapa tahun lalu aku sempat berpikir, 'Mungkin aku nggak bakal nikah.'"

Di siaran live Oktober lalu, Namjoon juga bilang bahwa pandangannya tentang pernikahan udah cukup banyak berubah—terutama setelah melihat kebahagiaan orang tuanya. Namjoon cerita, "Pas orang tuaku seumuranku sekarang, mereka udah menikah dan punya anak berumur tiga tahun." Dia juga nambahin kalo orang tuanya udah saling kenal sejak SD, pacaran selama sembilan tahun, dan rumah mereka juga cuma berjarak lima menit. Melihat hubungan orang tuanya yang begitu ngebuatnya dulu berpikir kalo dia juga pasti bakal nikah suatu hari nanti. 




Kalo ngeliat kembali cerita-cerita ini, hubungan para member BTS dengan keluarga mereka sebenarnya bukan sekadar soal selalu nurut orang tua tanpa berpikir. Lebih tepatnya, hubungan itu nunjukin adanya dialog dan pertimbangan antara dua generasi.

Pada akhirnya, kisah-kisah ini memperlihatkan hubungan yang hangat antara para member BTS dan orang tua mereka. Walaupun saat remaja atau di awal umur dua puluhan mereka mungkin pernah menentang keinginan orang tua mereka demi mengejar karier sebagai artis yang emang penuh sama risiko, sekarang, ketika mereka sudah menjadi superstar global di usia tiga puluhan, ada banyak keputusan-keputusan mereka yang masih dipengaruhi sama keluarga mereka. Dalam banyak hal, mereka tetaplah anak bagi orang tua mereka.

Manjangin rambut biar sang ibu senang, mutusin untuk nggak melihara hewan lain biar bisa fokus ngerawat anjing yang lagi sakit, atau bahkan mempertimbangkan kembali pandangan tentang pernjkahan setelah melihat hubungan orang tua—semua momen itu nunjukin satu hal: nasihat orang tua masih punya arti yang sangat spesial.

Yang penting, ini bukanlah sekadar kepatuhan buta. Lebih dari itu, ini adalah proses saling berdialog, merenung, dan menunjukjan kasih sayang yang dalam antara orang tua dan anak.






Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik

James dari CORTIS Mengaky Anggota BTS Ini yang Menjadi Alasan Ia Bergabung dengan HYBE