Grup Terkenal dari SM Dituduh Menjiplak Lagu Baru BTS, dari Judul hingga Lirik
Grup idola pria NCT Wish resmi melakukan comeback pada tanggal 20 dengan album studio penuh pertama mereka yang berjudul "Ode to Love." Album ini terdiri dari total 10 lagu, menandai langkah maju yang semakin jelas baik dalam identitas musik maupun citra mereka yang semakin matang. Pada hari perilisannya, lagu utama dengan judul yang sama langsung naik ke posisi No. 3 di tangga lagu Melon Top 100 dan mencapai No.1 di Meln Hot 100 (berdasarkan posisi puncaknya), menunjukkan lonjakan pesat mereka sebagai "generasi baru penentu tren musik."
Selain itu, menurut data dari Hanteo Chart, album terbaru NCT Wish mencatat penjualan sebanyak 1.285.184 kopi hanya pada hari pertama (per 21 April), menjadikannya rilis"million-seller" ketiga berturut-turut grup tersebut serta memperpanjang rangkaian pencapaian tertinggi dalam karier mereka. Performa yang mengesankan ini semakin mengukuhkan posisi mereka di antara generasi baru idola, sekaligus meningkatkan ekspektasi publik terhadap arah musikal yang mereka tempuh.
Namun, di balik pencapaian yang menonjol tersebut, NCT Wish terseret dalam kontroversi terkait tuduhan plagiarisme ide. Grup yang disebut dalam klaim ini tidak lain adalah senior mereka, BTS, yang melakukan comeback tepat satu bulan sebelumnya dengan album studio penuh kelima berjudul ARIRANG.
Secara khusus, lagu "2.0 (TWO POINT O)" dari album terbaru NCT Wish disorot oleh banyak penggemar karena kemiripannya yang mencolok dengan lagu "2.0" dari ARIRANG milik BTS. Salah satu kesamaan yang jelas adalah bahwa kedua lagu tersebut menampilkan nuansa modern yang dibangun yang dibangun di atas elemen hip-hop. Secara khusus, ketika lirik dibandingkan secara berdampingan, beberapa penggemar menyoroti kemiripan dalam distribusi baris berbahasa Korea dan Inggris, serta penggunaan kata-kata yang berkaitan erat.
Tidak hanya "2.0," lagu lain dari "Ode to Love," yakni "Don't Say You Love Me," juga menarik perhatian karena memiliki judul yang sama persis dengan lagu utama dari album solo "ECHO" milik Jin yang dirilis tahun lalu.
Apabila kemiripan-kemiripan ini dianggap belum cukup menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan plagiarisme ide, sebagian penggemar menekankan bahwa ini bukanlah pertama kalinya. Beberapa di antaranya kembali menyoroti kontroversi sebelumnya yang melibatkan karya BTS dan rilisan dari sistem NCT, di mana NCT Wish merupakan bagian darinya.
Sebagai contoh, pada tahun 2019, video musik "Don't Need Your Love" milik NCT Dream, yang berkolaborasi dengan HRVY, dituding memiliki kemiripn dengan "Boy With Luv" milik BTS, mulai dari nuansa warna merah muda dan latar hingga grafisnya. Pada tahun 2021, lagu "Life Is Still Going On" dari NCT Dream juga dibandingkan dengan "Life Goes On" milik BTS karena kesamaan judul, konsep yang mampu menenangkan, serta citra thumbnail yang menampilkan padang rumput dan pemandangan hutan.
Lebih lanjut, grup proyek SuperM—yang terdiri atas anggota SHINee, EXO, dan NCT—juga memicu perdebatan ketika lagu mereka "We Do" disebut memiliki kemiripan yang mencolok dengan konsep "Dynamite," khususnya dalam koreografi. Selain itu, beberapa rilisan solo dari artis SM juga diduga menampilkan ide merchandise dan konsep yang serupa denga proyok selo anggota BTS seperti V dan Jimin.
I can't deal with the audacity.
— ✰ Lana (@lkhb_Vante) April 20, 2026
pic.twitter.com/Ll459aawTw
Kontroversi ini tidak terbatas pada fandom BTS saja. Penggemar dari grup lain juga turut menyuarakan kasus serupa, seperti klaim bahwa WayV mengambil ide dari karya solo Yeonjun, atau penggemar P1Harmony yang menyatakan kekecewaan terhadap "Lemonade" milik NCT 127, yang mereka sebut sebagai "plagiarisme secara terang-terangan" dari "Nemonade."
I clearly remember a tweet from a p1Harmony fan getting furious about NCT's blatant plagiarism.pic.twitter.com/7fWCUKSNdV
— ✰ Lana (@lkhb_Vante) April 20, 2026
Saat ini, diskusi mengenai dugaan "plagiarisme ide" yang melibatkan NCT terus menyebar di berbagai komunitas penggemar daring, dengan beragam opini yang bermunculan:
1. Orang-orang berspekulasi bahwa semua orang orang akan kembali dan meniru gaya ARIRANG, tapi saya tidak pernah menyangka akan sseidentik ini, WKWKWK.
2. Itulah mengapa "No. 29" adalah momen mengheningkan cipta bagi K-pop—dunia ini sudah "mati"
3. Ya Tyhan, mereka "memfotokopi" lagu NCT Dream (seperti yang sudah mereka lakukan selama beberapa waktu) dan mencoba untuk "meng-Arirang-isasi" lagu itu. Ditambah lagi, mereka menggunakan intro dari "Hooligan"—gimana bisa produser-produser sekarang benar-benar tidak tahu malu, malas, dan menjadi seburuk ini?
4. Mereka selalu melakukan hal yang sama; sekarang hanya lebih terlihat jelas, dan aku sebenarnya merasa kasihan pada mereka. Jika aku tidak salah lihat, pria bernama Taeyong itu punya video baru di mana dia berpakaian seperti pelaut di atas kapal, kan? Guyon banget.
5. Obsesi SM yang aneh terhadap BTS jujur perlu diteliti—ini sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade sekarang.
6. mereka sudah melakukan ini sejak lama. Ini adalah puncak ketidakmaluan. BigHit, HYBE, dan BTS seharusnya sudah lama menuntut mereka atas plagiarisme.
7. Ini strategi copy-paste murni untuk mempromosikan grup mereka yang telah gagal. Mereka meniru ARIRANG dan album Jin supaya saat orang mencari lagu BTS, lagu mereka juga ikut muncul karena judul yang sama. Bayangkan betapa putus asanya mereka—HYBE an BigHit seharusny menuntut mereka.
8. Guys, cuekin aja mereka. Biarkan mereka gagal perlahan. Kita sudah melakukan hal yang benar dengan tidak memerdulikan mereka.
9. Pada akhirnya, yang oriinal akan selalu menang karena kreativitas penciptanya terus berkembang melalui proses, sementara mereka yang meniru akan tetap menjadi peniru karena mereka tidak mampu menciptakan sesuatu yang orisinal.
10. BTS dan TXT—siapa lagi selanjutnya? BOYNEXTDOOR? SEVENTEEN? Kita lihat saja. Jujur, ini lucu banget... "PlagiariSM" terus meniru artis HYBE/BigHit lalu menyalahkan mereka balik. Ayolah—HYBE yang membuatkua duluan, sadarlah.






Comments
Post a Comment