Forbes Ungkap Total Pendapatan Fantastis BTS, Termasuk 31 Kontrak Duta Merek Bernilai Tinggi dengan Merek-Merek Terkemuka Dunia

 


Pada tanggal 27 (waktu setempat), Forbes Korea merilis daftar peringkat Powet Celebrity. Daftar tersebut menyoroti beragam portofolio bisnis serta kapabilitas pembentukan pendapatan yang kuat dari para artis K-pop yang aktif secara global. Estimasi pendapatan sebelum pajak untuk periode 2025-2026 dihitung melalui perincian terstruktur dari berbagai sumber pendapatan, termasuk penjualan musik, pertunjukan langsung, penampilan di televisi, proyek film, gaji tahunan, serta aktivitas dukungan merek (endorsement). 

Perspektif Forbes Korea terhadap para pesohor telah berada sejak awal. Alih-alih berfokus pada siapa yang lebih dicintai oleh masyarakat, majalah tersebut memprioritaskan mereka yang memiliki pengaruh ekonomi lebih besar. Forbes Korea memeriksa aliran modal alih-alih semangat para penggemar, serta menghargai pengaruh yang berkelanjutan di atas popularitas yang bersifat sementara. Dalam pandangan mereka, pesohor bukan sekadar bintang, melainkan aset industri. Pendapatan mencerminkan siapa yang menggerakkan pasar, yang mana dianggap Forbes Korea sebagai faktor yang paling penting dalam Forbes Korea Celebrity Index. 

Sebagai hasilnya, pemeringkatan ini membawa signifikansi yang setara dengan daftar tahunan "Power Celebrity 40," di mana BTS kembali merebut posisi nomor satu pada tahun ini. Selaras dengan pencapaian tersebut, BTS juga memuncaki peringkat 10 besar "Estimasi Pendapatan" dengan angka pendapatan yang mencengangkan industri hiburan. 

Menurut Forbes Korea, BTS memimpin daftar tersebut dengan estimasi total pendapatan sebesar 334 miliar KRW (sekitar Rp 3.980.772.320.000). Khususnya, angka ini tercatat hanya beberapa bulan setelah kembalinya grup dengan anggota lengkap untuk pertama kali setelah hampir empat tahun aktivitas grup terhenti akibat wajib militer, bersamaan dengan perilisan album baru mereka pada bulan Maret 2026.




Forbes Korea melaporkan bahwa sebagian besar pendapatan BTS berasal dari pembayaran uang muka yang masif terkait perilisan album tahun 2026 mereka, serta pembayaran insentif yang dihasilkan melalui pembaruan ketentuan kontrak dengan distributor global. Selain itu, pendapatan tur dunia berskala stadion, BTS WORLD TOUR ARIRANG, memainkan peran besar dalam pendapatan keseluruhan grup tersebut. 

Hingga Mei 2026, BTS telah menyelesaikan sembilan pertunjukan pertama dari tur tersebut, yang dimulai pada tanggal 9 April di Stadion Goyang segera setelah mereka kembali. Berdasarkan rencana saat ini, tur akan berlanjut hingga Maret 2027, mencakup 79 kota—atau berpotensi lebih dari 85—konser di 34 kota di 23 negara di seluruh dunia. Forbes Korea mencatat bahwa skala tur ini cukup besar untuk menempatkan BTS di antara artis tur dengan pendapatan tertinggi di dunia dalam periode mendatang. 

Di luar aktivitas musik, endorsement dan peran sebagai duta merek turut menghasilkan pemasukan pemasukan yang sangat besar bagi BTS. Menurut laporan tersebut, ketujuh anggota saat ini secara kolektif memegang 31 kontrak duta merek dan endorsement eksklusif dengan berbagai merek mode mewah, kecantikan, dan perhiasan global ternama seperti Gucci, Louis Vuitton, Dior, Valentino, Celine, Cartier, Calvin Klein, Bottega Veneta, dan Tiffany & Co.. 

Segera setelah menyelesaikan wajib militer, para anggota BTS tidak hanya memperbarui kontrak yang telah ada, tetapi juga menandatangani berbagai perjanjian eksklusif baru, dengan nilai kompensasi yang dilaporkan berkisar dari miliaran hingga puluhan miliar won untuk setiap kontrak. Forbes Korea menyebut hal tersebut menjadi salaj satu faktor utama yang memungkinkan BTS mempertahankan dominasi komersial yang luar biasa di pasar global. 




Bagian lain dari pendapatan grup tersebut berasal dari hak siar eksklusif global untuk siaran langsung daring, produksi dokumenter orisinal, serta distribusi konten konser remaster melalui Netflix. Proyek-proyek tersebut semakin menunjukkan kemampuan BTS dalam memperluas monetisasi kekayaan intelektual (IP) merek merek di luar aktivitas musik tradisional. 

Sementara itu, dalam peringkat "Musisi dengan Bayaran Tertinggi" terbaru milik Forbes AS (berdasarkan laporan tahun 2026), The Weeknd menempati posisi sebagai artis dengan bayaran tertinggi di dunia dengan estimasi pendapatan sebesar US$ 298 juta (sekitar Rp 5.325.558.000.000). Kendati demikian, pendapatan BTS di tahun ini, sebagaimana dihimpun oleh Forbes Korea, telah melampaui US$ 202 juta (sekitar Rp 3.609.134.000.000) yang diperoleh oleh Taylor Swift, yang menempati peringkat kedua. Forbes Korea lebih lanjut memprediksi bahwa BTS bahkan dapat melampaui The Weeknd dalam peringkat tahun kedua tersebut menyelesaikan tur dunia mereka. 

Forbes Korea juga menyatakan, "Secara khusus, setelah Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengambil keputusan mengejutkan dengan memilih BTS sebagai penampil utama (headliner) pertama sepanjang sejarah untuk acara paruh waktu (halftime show) final Piala Dunia di Amerika Utara, berbagai media domestik dan internasional mulai memprediksi bahwa BTS—yang akan tampil di hadapan 1,4 miliar penonton—akan berdiri dengan raksasa global seperti Taylor Swift dan muncul sebagai artis dengan pendapatan tertinggi tahu  ini."




Khususnya, BTS tidak hanya mendominasi peringkat sebagai sebuah grup; para anggota secara individu juga menempati hampir seluruh posisi 10 besar. Jin menempati peringkat ke-4, Jungkook ke-5, V ke-6, Jimin ke-7, J-Hope ke-8, dan RM ke-9. Forbes Korea menjelaskan bahwa di luar pendapatan grup, pendapatan individu dari dari peran sebagai duta merek mewah, film dokumenter, acara varietas, kolaborasi artistik, produksi musik, dan royalti musik solo semuanya dihitung secara terpisah untuk setiap anggota. 

Setelah hampir satu dekade berada di puncak, BTS tidak lagi sekadar grup K-pop yang sukses, melainkan telah berevolusi menjadi merek budaya global yang mampu menghasilkan pengaruh ekonomi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. 







Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

Media Korea melaporkan keuntungan besar yang dihasilkan untuk Korea Selatan oleh penampilan BTS di Gwanghwamun

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik