Idola HYBE Mengakui Sulitnya Menjadi Dekat dengan BTS

 


Saat ini, HYBE Labels mengelola sejumlah besar grup idola yang masih aktif melalui berbagai anak perusahaan dan sub-labelnya. Jika hanya menghitung grup idola K-pop yang saat ini aktif, jumlahnya mencapai sekitar sepuluh grup. Selain BTS, contoh yang menonjol meliputi Seventeen, TXT, ENHYPEN, Cortis, Katseye, dan Le Sserafim, serta yang lainnya. 

Karena berada di bawah satu naungan label yang sama, sangat mudah rasanya untuk melihat bahwa para anggota BTS memiliki hubungan yang dekat dengan anggota dari grup-grup tersebut. J-Hope berkolaborasi dengan Le Sserafim dalam lagu "Spaghetti" dan juga merekam video untuk mendukung Cortis. Jin dan Beomgyu dari TXT dikenal memiliki persahabatan yang erat, hingga Beomgyu kerap mengunjungi rumah Jin. Jungkook dan Mingyu dari Seventeen merupakan sahabat lama sebagai bagian dari '97-line yang terkenal, dan sebagainya.




Secara khusus, BTS dikenal luas sebagai idola dengan kepribadian yang ramah dan baik hati. Meskipun telah menjadi superstar global papn atas, mereka tetap rendah hati dan memperlakukan semua orang di sekitar mereka dengan tulus. Oleh karena itu, mungkin terasa tidak lazim jika para bintang di industri hiburan—bahkan sesama artis HYBE—merasa kesulitan untuk mendekati mereka.

Pada kenyataannya, banyak artis yang secara jujur mengakui bahwa merasa nyaman berada di sekitar anggota BTS bukanlah hal yang mudah. Hoshi dari Seventen merupakan salah satu idola HYBE yang secara terbuka mengakui hal tersebut, bahkan di hadapan Suga. Ketika pertama kali bertemu langsung dengan rapper BTS tersebut, Hoshi tidak dapat menyembunyikan rasa gugupnya.

Meskipun Suga kemudian berusaha mencairkan suasana canggung dengan menenangkannya, "Kamu bisa berbiara dengan santai. Tidak perlu terlalu formal denganku," Hoshi tetap mempertahankan sikap berhati-hati dan terus menggunakan bahasa yang sopan. Tidak hanya itu, ia juga mengaku telah lama ingin menjadi dekat dengan Suga, tetapi tidak memiliki keberanian untuk melakukannya selama bertahun-tahun.




Menyadari keraguan Hoshi, Suga mendorongnya dengan berkata, "Kamu seharusnya bisa langsung datang dan berbicara denganku," karena tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Namun, permasalahan tersebut bukan terletak pada kepribadian Suga dan BTS, melainkan pada perasaan terintimidasi yang dialami Hoshi—dan banyak orang lainnya—ketika berhadapan dengan superstar global sekaligus senior seperti BTS.

Bahkan, Suga mengakui bahwa ia juga pernah mengalami kesulitan serupa ketika mendekati artis senior di masa lalu. Percakapannya dengan Taeyang dari BigBang dalam acara Suchwita menjadi contoh yang jelas.

Meski demikian Suga kembali meyakinkan Hoshi dengan mengatakan, "Kami tidak sesulit itu." Mendengar hal tersebut, Hoshi dengan jujur menjawab, "Tetap saja terasa sulit," dan meskipun BTS dan SEVENTEEN hanya debut terpaut dua tahun, ia menambahkan, "Kalian memang sulit untuk didekati..."

Mengingat perbedaan senioritas, tidak mengherankan jika Hoshi bersikap sangat sopan terhadap Suga. Dalam hal pencapaian di industri hiburan, BTS dipandang sebagai "legenda." Hierarki—termasuk senioritas dan status sosial—merupakan konse yang sangat ketat dan penting dalam budaya Korea. Terkadang, meskipun perbedaan antara dua arti tidak terlalu besar, batasan yang tak terlihat dapat dengan mudah menciptakan jarak di antara mereka.




Setelah mendengar penjelasan Hoshi, Suga menyadari bahwa perlu ada perubahan dan kembali meyakinkannya dengan mengatakan, "Kita bisa menjadi lebih dekat mulai hari ini!" Sejak saat itu, Suga dan Hoshi dapat duduk bersama dan berbincang dengan lebih santai. Bahkan, keduanya kemudian pergi ke studio milik Suga untuk mengerjakan musik bersama serta berbagi cerita pribadi.




Sementara itu, kisah ini juga mengingatkan pada pengakuan Jin sebelumnya dalam sebuah acara realitas, di mana ia secara terbuka mengungkapkan jumlah selebritas yang rutin berkomunikasi dengannya sangatlah sedikit. Ia mengatakan, "Jika melihat daftar kontak di ponselku, jumlah teman selebritasku kurang dari sepuluh orang."

Menurut Jin, banyak orang yang merasa ragu atau bahkan sengaja menghindari untuk mendekatinya dan anggota BTS lainnya karena mereka merasa tertekan oleh ketenaran besar yang dimiliki grup tersebut. "Kebanyakan orang tidak ingin berteman dengan kami karena merasa tertekan," ungkap Jin secara jujur. Perlu dicatat bahwa perasaan ini tidak hanya dialaminya, karena RM dan Suga juga pernah mengakui mengalami kesepian yang serupa di puncak kesuksesan mereka.

BTS sepenunya menyadari bahwa ketenaran mereka yang luar biasa dapat menjadi hambatan dalam membangun persahabatan yang dekat. Namun, hal tersebut tidak pernah menghentikan mereka untuk menjalin hubungan yang tulus dengan sesama idola. Melalui keterbukaan dan sikap proaktif, para anggota BTS telah berhasil meruntuhkan dinding keraguan antara mereka dan selebritas lain. Seperti yang terlihat, anggota BTS memiliki banyak teman, baik di dalam HYBE maupun di luar, yang persahabatannya mendapat perhatian dan kekaguman luas dari publik.









Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

Media Korea melaporkan keuntungan besar yang dihasilkan untuk Korea Selatan oleh penampilan BTS di Gwanghwamun

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik