2 anggota BTS diam-diam memberikan donasi kepada sebuah rumah sakit, dan ARMY menemukannya secara tak terduga
BTS tidak hanya menjadi simbol bakat, kerja keras, dan kesuksesan, tetapi juga dikenal luas sebagai teladan dalam tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama. Sepanjang perjalanan karier mereka, grup ini tidak hanya menyampaikan pesan-pesan positif mengenai mencintai diri sendiri, menyuarakan isu sosial, serta mendorong generasi muda untuk membangun dunia yang lebih baik, tetapi juga mengambil tindakan nyata melalui berbagai kontribusi amal yang bermakna.
Salah satu proyek filantropi mereka yang paling dikenal adalah kemitraan dengan UNICEF melalui kampanye "Love Myself" untuk memerangi kekerasan dan perundungan. Melalui kampanye tersebut, mereka menyumbangkan sebagian keuntungan dari penjualan merchandise terkait beserta dana tambahan lainnya. Donasi lain yang juga mendapat perhatian luas adalah kontribusi sebesar US$ 1 juta (sekitar Rp 14.553.740.000 / inflasi 2020) untuk gerakan Black Lives Matter (BLM). Baru-baru ini, mereka juga menyumbangkan 1 miliar won (sekitar Rp 11.604.900.000) kepada Korean Committee for UNICEF (Komite Korea untuk UNICEF) sebagai bentuk peringatan atas perpanjangan kontrak mereka yang dimulai pada tahun 2025.
Di luar aktivitas kolektif grup, masing-masing anggota BTS secara konsisten menjalankan kegiatan amal secara pribadi setiap tahunnya. Yang paling mengesankan adalah bahwa sebagian besar donasi yang diketahui publik berasal dari pengungkapan resmi atau laporan media, sementara tidak sedikit kontribusi lain yang dilakukan secara diam-diam tanpa sorotan publik.
Baru-baru ini, para ARMY dikejutkan oleh terungkapnya satu lagi tindakan kemurahan hati yang telah lama dilakukan oleh dua anggota BTS, yaitu Seokjin dan Namjoon.
Secara khusus, seorang ARMY membagikan kisah bahwa ia secara tidak sengaja melihat nama Namjoon dan Seokjin pada dinding penghargaan donor di rumah sakit tempat ibunya menjalani operasi. Momen tersebut sangat menyentuh sehingga ia mengunggah pesan rasa terima kasih di media sosial. Dalam unggahannya, ia menuliskan, "Di dinding penghargaan donor di rumah sakit tempat ibuku menjalani operasi, aku terharu melihat dua nama yang begitu akrab/tidak asing. Menemukan nama mereka pada saat yang sama sekali tidak terduga memberikanku kenyamanan dan kekuatan yang luar biasa, dan aku sangat bersyukur."
Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian para penggemar lainnya. Seorang ARMY berkomentar, "Para anggota BTS entah bagaimana selalu muncul pada saat-saat ketika kami paling membutuhkan kekuatan dan memberikan dukungan kepada kami." Dan penggemar lain juga menyampaikan reaksi serupa, seperti: "Ini menghangatkan hatiku," "Mereka tidak pernah mengumumkan kebaikan mereka kepada dunia—mereka hanya membantu orang lain secara diam-diam. Itulah salah satu dari banyak alasan mengapa aku bangga menjadi ARMY," "Bayangkan, sedang menjalani salah satu hari tersulit dalam hidupmu lalu tiba-tiba melihat nama BTS. Aku juga pasti akan menangis," "Tindakan jauh lebih baik daripada kata-kata, dan mereka terus membuktikannya," "Setiap kali aku berpikir bahwa rasa hormatku kepada Seokjin dan Namjoon tidak mungkin bertambah lagi, mereka selalu membuktikan sebaliknya. Hati mereka sama indahnya dengan bakat yang mereka miliki," dan "Mereka memberikan penghiburan pada saat yang begitu sulit," dan berbagai komentar lainnya.
Pada kenyataannya, baik Namjoon maupun Seokjin telah mempertahankan kebiasaan berdonasi secara rutin selama bertahun-tahun dan telah memberikan banyak sumbangan dalam jumlah besar. Beberapa di antaranya bahkan mendapatkan apresiasi dari media-media Korea Selatan. Sebagai contoh, setelah menyelesaikan wajib militernya, Namjoon secara pribadi menyumbangkan 100 juta won (sekitar Rp 11.604.900) kepada program "Everyone's Veterans Dream" yang dikelola oleh Ministry of Patriots and Veterans Affairs (Kementerian Urusan Patriotik dan Veteran). Ia juga kerap menjadikan hari ulang tahunnya sebagai momen untuk berbagi melalui donasi yang bermakna, seperti kepada Korean Society of Forensic Science (Perhimpunan Ilmu Forensik Korea) pada tahun 2023 dan National Museum of Modern and Contemporary Art (Museum Nasional Seni Modern dan Kontemporer), Korea pada tahun 2020.
Sementara itu, Seokjin telah lama dikenal sebagai sosok yang lebih memilih untuk menyembunyikan perbuatan baiknya dari sorotan publik. Ia secara diam-diam memberikan donasi bulanan kepada UNICEF, dan para penggemar baru mengetahui beberapa tabun kemudian bahwa dirinya telah menjadi anggota resmi UNICEF Honors Club. Selain kontribusi finansial, Seokjin juga secara langsung meluangkan waktunya untuk menjadi sukarelawan.
Setelah kebakaran hutan besar yang melanda wilayah tenggara Korea Selatan pada April lalu, ia diam-diam mengunjungi sebuah cafetaria gratis di Gilan High School, tempat ia membantu menyajikan makanan bagi warga yang mengungsi serta para petugas pemadam kebakaran. Fasilitas tersebut menyediakan sekitar 1.000 porsi makanan setiap harinya.
Bagi para penggemar, hal yang paling mengagumkan bukanlah nilai nominal dari donasi-donasi tersebut, melainkan cara BTS yang memilih untuk membantu sesama tanpa mencari publisitas ataupun pengakuan. Penemuan yang tak terduga atas nama Namjoon dan Seokjin di dinding penghargaan donor rumah sakit semakin memperkuat citra tersebut, sekaligus menbuat kedua superstar K-pop itu memperoleh rada hormat yang lebih besar dari para penggemar di seluruh dunia.





Comments
Post a Comment