Merek merilis pernyatan terkait insiden setelah penampilan Jungkook di bandara



Jungkook dikenal luas dengan julukan "peri penjual habis (the sold-out fairy)," sebuah gelar yang ia peroleh karena hampir segala sesuatu yang berkaitan dengannya — mulai dari buku, pakaian, hingga pelembut pakaian — nyaris selalu habis terjual dalam waktu singkat dan menjadi sangat sulit untuk diperoleh. Perpaduan kata "peri" dengan kemampuannya yang luar biasa dalam membuat suatu produk ludes terjual secara sempurna mencerminkan besarnya kekuatan merek pribadinya. 

Tidak hanya mampu membuat suatu produk habis terjual, ia juga memiliki kemampuan untuk menciptakan tren baru hanya melalui pilihan pribadinya. Sekitar tujuh tahun lalu, misalnya, gaya busana hanbok modern yang dikenakannya pada tahun 2019 berkembang menjadi tren besar di Korea Selatan. Tak terhitung jumlahnya selebritas — termasuk penyanyi, aktor, dan pembawa acara televisi — yang mulai membeli dan mengenakan hanbok modern, sehingga turut membantu menghapus stereotip generasi muda terhadap pakaian tradisional Korea. Merek yang sebelumnya berskala kecil, Zijangsa, mendadak dibanjiri pesanan, bahkan situs belanjanya sempat mengalami gangguan akibat lonjakan lalu lintas pengunjung yang sangat tinggi. 




Baru-baru ini, "korban" terbaru dari efek Jungkook adalah sebuah merek masker wajah. 

Sejak Agustus tahun lalu, anggota BTS tersebut telah beberapa kali terlihat di bandara mengenakan penutup wajah berbahan kain berukuran besar yang membentang dari hidung hingga leher, sehingga menyerupai topeng ninja. Menariknya, saat kembali ke Korea Selatan dari Las Vegas pada akhir bulan lalu, preferensi tersebut bahkan menular kepada V, karena keduanya terlihat mengenakan jenis masker yang sama. 




Setelah menyadari kegemaran Jungkook terhadap model masker tersebut, para penggemar — mulai mengikuti jejaknya dan berbondong-bondong membeku model M1 Black dari GAMZA. Permintaan melonjak drastis dalam waktu singkat, sehingga pasokan jauh tertinggal dibandingkan dengan tingkat permintaan. Akibatnya, perusahaan terpaksa mengeluarkan pemberitahuan mengenai kelangkaan produk setelah mengalami lonjakan pesanan yang tak terduga. 

Dalam pemberitahuannya, perusahaan mengatakan: "Saat ini jumlah pesanan untuk M1 Black jauh lebih tinggi daripada yang kami perkirakan, sehingga menyebabkan kendala ketersediaan stok. Kami memohon pengertian Anda apabila terjadi keterlambatan pengiriman. Kami akan mengirimkan pesanan secara bertahap dan secepat mungkin. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengertian Anda."




Selain pemberitahuan tersebut, merek itu juga mengunggah postingan lain melalui akun resminya untuk menyampaikan apresiasi khusus kepada Jungkook:

"Bahkan ketika berpergian ke Jepang, tampaknya Jungkook cukup sering menggunakan Masker Gamza kami. Kami percaya hal itu karena produk kami nyaman untuk digunakan. Kami selalu sangat berterima kasih untuk itu!"




"Insiden" yang dialami GAMZA kembali menunjukkan pengaruh Jungkook yang luar biasa di pasar konsumen. Pernyataan-pernyataan merek tersebut dengan cepat menarik perhatian luas dari para penggemar, yang memberikan beragam komentar jenaka seperti: "Ia memiliki sentuhan Midas. GAMZA seharusnya mulai terbiasa dengan hal seperti ini," "Dia benar-benar terlalu berpengaruh, bukan? Jungkook kini telah menjadikan balaclava sebagai obsesi terbaru Gen Z," "Pemasaran terkuat di dunia. GAMZA benar-benar mendapatkan keuntungan besar," "Fakta bahwa seluruh industri tidak bisa berhenti memperhatikan Jungkook dan membicarakan Jungkook," "Itulah kekuatan emas milik Jungkook," dan berbagai komentar lainnya.

Sementara itu, kekuatan merek global Jungkook juga terlihat jelas dalam beberapa hari terakhir melalui koleksi terbaru "Jung Kook x Calvin Klein" (2026 CKJK) serta kemunculannya di Harajuku, Tokyo. 




Hanya dalam waktu 48 jam setelah pengumuman proyek kolaborasi Jungkook x Calvin Klein, proyek tersebut berhasil menghasilkan Media Impact Value (MIV) sebesar 3,4 juta dolar AS atau setara dengan sekitar 5,164 miliar won (sekitar Rp 61.525.380.000), sehingga Calvin Klein menyebutnya sebagai "kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya." Ketika koleksi tersebut resmi diluncurkan di situs global Calvin Klein pada 20 Mei, produk-produknya langsung memicu gelombang pembelian besar-besaran. Antrean panjang terbentuk di berbagai gerai ketika konsumen berbondong-bondong membeli produk CKJK. Di Jepang, seluruh koleksi tersebut dengan cepat terjual habis. 

Pada 5 Juni, kabar mengenai kemunculan Jungkook saja sudah cukup untuk membuat kawasan pusat Harajuku di Tokyo dipadati orang selama beberapa jam. Media Jepang menggambarkan situasi tersebut sebagai "kekacauan besar," seraya melaporkan bahwa personel keamanan tambahan harus dikerahkan karena kerumunan yang terus berdatangan setelah beredar rumor bahwa penyanyi tersebut akan mengunjungi toko terkait. Media lokal lainnya juga melaporkan bahwa para penggemar memenuhi jalan-jalan di sekitar lokasi, sehingga menyebabkan kemacetan sementara dan gangguan ketertiban. 

Dari pilihan busana bandara hingga koleksi-koleksi terbaru yang dirilis, fakta bahwa produk-produk tersebut berulang kali habis terjual barangkali merupakan bukti paling nyata bahwa nama Jungkook memiliki dampak langsung terhadap perilaku pembelian konsumen serta penjualan rill perusahaan di dunia nyata. 













Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

Media Korea melaporkan keuntungan besar yang dihasilkan untuk Korea Selatan oleh penampilan BTS di Gwanghwamun

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik