Pernyataan RM Mengenai Gramy Menarik Perhatian Setelah Kontroversi Perubahan Baru
Lebih dari satu dekade berada di bawah sorotan dunia telah membawa BTS jauh melampaui batasan-batasan K-pop. Mereka mengukuhkan status sebagai fenomena global dengan koleksi penghargaan internasional yang mengesankan, termasuk penghargaan dari tiga dari empat ajang penghargaan musik utama di Amerika Serikat: Billboard Music Awards (BBMAs), American Music Awards (AMAs), dan MTV Europe Music Awards (MTV EMAs). Namun, bagi BTS, konsep "batasan" tampaknya tidak ada dalam kamus mereka. Grup ini terus melangkah menuju puncak baru—termasuk Grammy Awards.
Pada bulan Maret ini, BTS merilis album studio kelima mereka, ARIRANG, yang mencatatkan serangkaian rekor luar biasa dan dinobatkan sebagai Album Terbaik di tahun 2026 oleh Rolling Stone, NME, serta Complex. Para pakar industri meyakini bahwa perilisan kembali ini, ditambah dengan momentum yang dihasilkan dari tur dunia grup tersebut, akan semakin memperkuat hubungan BTS dengan para pendengar internasional, sekaligus membuka peluang besar bagi grup ini untuk meraih penghargaan Grammy pertama mereka.
Yang menariknya, Recording Academy baru-baru ini memperkenalkan sejumlah kategori baru, termasuk Best Asian Pop Music Performance. Gold Derby berkomentar, "Grammy semakin besar—dan ini merupakan kabar baik bagi BTS serta Ella Langley." Namun, sebagian pakar industri dan sejumlah besar penggemar justru memberikan reaksi yang berbeda.
Forbes menyatakan bahwa kemenangan dalam kategori Asian Pop yang baru tersebut akan memiliki makna yang terbatas apabila BTS masih terus diabaikan dalam kategori utama seperti Record of The Year atau Album of the Year. Para penggemar BTS bahkan lebih vokal dalam menyampaikan kritik, serta secara terbuka menyoroti apa yang mereka anggap sebagai pola bias rasial yang telah berlangsung lama dalam sistem Grammy. Kategori baru tersebut ditafsirkan oleh beberapa pihak sebagai upaya untuk mencegah superstar K-pop bersaing di posisi yang sama dengan artis Barat dalam kategori yang paling bergengsi. Para kritikus berpendapat bahwa Recording Academy mendapatkan keuntungan dari popularitas dan keterlibatan (engagement) yang dihasilkan oleh BTS, sementara tetap mempertahankan dominasi artis-artis yang mapan dalam penghargaan "Big Four" mereka.
Ketika perdebatan menyebar luas di berbagai platform media sosial, komentar RM mengenai Grammy dalam sebuah wawancara dengan GQ pada bulan Februari kembali menarik perhatian publik. Pernyataan tersebut memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai pandangan BTS sendiri terhadap penghargaan tersebut.
Secara khusus, jurnalis tersebut bertanya kepada sang pemimpin grup apakah "Grammy masih menjadi puncak pencapaian bagi mereka, dan apakah memenangkan sebuah trofi tetap menjadi tujuan" saat mereka mempersiapkan ARIRANG. Menanggapi pertanyaan tersebut, RM menjawab dengan jujur, "Saya tidak tahu." Ia kemudian melanjutkan, "Karena waktu telah berlalu Ada banyak nominasi terkait K-pop yang kalian lihat dari kategori umum, dan sungguh, say ingin memberikan tepukan tangan yang meriah kepada mereka."
"Maksudku, kami akan mencobanya," tambahnya kemudian. "Mungkin kami akan mendaftarkan album kami ke Grammy lagi. Tapi saya tidak tahu, kai tidak ingin terlalu menggebu-gebu untuk itu. Kami tidak ingin lagi mengatakan, 'Ah, kawan, kami menginginkan Grammy.' Maksud saya, itu bukan berarti kami benar-benar tidak menginginkannya—tetapi kami akan mencobanya. Namun jika tidak (menang), ya tidak apa-apa."
Bagi grup tersebut, setidaknya, tujuan utama mereka tidak pernah semata-mata mengenai trofi itu sendiri, melainkan tentang memiliki sebuah bintang penunjuk arah yang membimbing langkah mereka ke depan:
"Biasanya sebuah band beranggotakan empat orang, bukan? Kami bertujuh. Untuk sebuah tim seperti ini, terkadang kami membutuhkan tujuan seperti itu agar tetap berjalan," jelas RM. "Grammy adalah salah satu tujuan yang belum benar-benar kami capai di masa lalu, tetapi menurut saya sekarng hal yang paling penting adalah kami kembali bersama di sini, dan kami akan bertemu para penggemar di seluruh dunia."
Pendekatan RM terhadap pernyataan mengenai Grammy kini tidak lagi mencerminkan ambisi masa muda yang berapi-api, melainkan perspektif bijaksana dari seorang pemimpin yang berpengalaman. Ia tidak meremehkan pentingnya penghargaan tersebut, melainkan menempatkanny pada konteks yang tepat: sebuah pencapaian yang harus diperjuangkan, bukan obsesi terhadap pencapaian semata.
Sementara itu, kesediaan RM untuk "memberikan tepuk tangan meriah" kepada para nominator K-pop lainnya menyoroti dimensi lain dari BTS. Mereka tidak lagi sekadar berkompetisi untuk diri mereka sendiri, tetapi juga berdiri sebagai pelopor yang bangga menyaksikan efek domino dari ombak yang turut mereka ciptakan.
Yang paling menyentuh adalah filosofi tentang "tujuan bersama." Bagi RM, Grammy terkadang hanyalah sebuah simbol di dalam nilai-nilai yang lebih luas yang terus dikejar oleh grup tersebut. Bersama sebagai tujuh anggota dan bertemu penggemar di seluruh dunia tetap menjadi prioritas yang tak tergantikan.
Kepercayaan diri di balik pernyataan ini tidak datang dari keangkuhan, melainkan dari kebebasan. BTS telah tumbuh dengan cukup kuat untuk mengatakan, "Jika kami tidak mendapatkannya, tidak apa-apa." Ketika seorang seniman tidak lagi dikendalikan oleh validasi eksternal, mereka mampu menciptakan musik yang terasa tulus dan autentik.
Sebagaimana yang dirangkum oleh Forbes mengenai pandangan RM: "BTS akan terus melakukan tur dan merilis musik, dan para penggemar akan terus mendukung mereka tanpa henti, terlepas dari pengakuan Grammy... Namun ketika BTS terus memecahkan rekor dan Grammy semakin kehilangan relevansinya, sebenarnya siapa yang lebih membutuhkan siapa?"
Pernyataan RM dari awal tahun ini kini terasa seperti respons yang sangat tajam terhadap perubahan terbaru Grammy. Tidak mengherankan, para penggemar dengan cepat membagikan pemikiran mereka.
Reaksi ARMY:
● Mereka pasti benar-benar memahami sisi bisnis yang rumit di balik ajang penghargaan. Beginilah cara seorang artis yang terus berkembang seharusnya menghadapi topik seperti ini. Saya sangat senang BTS dan ARMY memahami hal ini dengan sangat baik.
● BTS tidak membutuhkan Grammy. Grammy-lah yang membutuhkan BTS.
● Saya selalu berpikir itu masih menjadi sesuatu yang ingin mereka capai karena, pada akhirnya, saya tahu itu berarti sesuatu bagi mereka mengingat posisi mereka di industri ini. Tapi sekarang saya senang pola pikir mereka adalah jika itu terjadi maka itu akan terjadi di waktu yang tepat.
● Perhatikan bagaimana dia secara terbuka mengakui dan mengapresiasi artis lain, sementara beberapa orang masih mencoba untuk mengecilkan warisan grupya yang telah membuka jalan. Ini adalah perbedaan besar antara artis sejati yang sukses lewat usaha mereka sendiri (self-made) dan yang lainnya.
● Inilah perbedaan antara BTS dan artis-artis lain. BTS selalu mengakui rekan sesama artis mereka, sementara yang lain sering kali mencoba menghapus dampak mereka.
● Lihat betapa rendah hatinya mereka. Mereka yang membukakan jalan tetapi tetap tidak membuat segalanya tentang diri mereka sendiri. Sebaliknya, mereka memberikan selamat kepada nominator lain sementara yaang lain bertingkah seolah mereka mencapai segalanya sendirian.
● BTS-ku, kalian lebih besar dari Grammy. Penghargaan itu akan datang kepada kalian karena kalian tidak mengejarnya, dan tidak ada yang lebih layak mendapatkannya selain kalian.
● Olivia, Billie, Sabrina, BTS—kalian akan selalu lebih besar daripada "Scammys." Mustahil untuk tidak memuji tanggapan sang pemimpin kita karena dia begitu bijaksana, tepat, dan berkelas.
● Mereka begitu rendah hati, dan hal itu hanya membuatku semakin mencintai mereka.
● Perubahan dari "kmi membutuhkannya" menjadi "kami akan mencobanya, dan jika tidak berhail, tidak apa-apa" sudah dapat menjelaskan semuaya. Kekuatan sejati berbicara dengan lebih tenang.




Comments
Post a Comment