Usulan "Terapi Basket" dari SUGA Membantu Meningkatkan Kemampuan Sosial dan Komunikasi Para Remaja dengan Autisme

 


Penanganan untuk gangguan spektrum autisme (Autism Spectrum Disorder/ASD) tidak hanya meliputi terapi bicara dan terapi perilaku, tetapi juga berbagai program yang memanfaatkan aktivitas seperti musik dan olahraga.

Dengan dukungan penuh dari anggota BTS, SUGA (33), yang dikenal sangat menyukai basket, Pusat Perawatan Min Yoongi di Rumah Sakit Severance baru-baru ini memperkenalkan program terapi berbasis basket bernama MIND-PLAY untuk remaja dengan gangguan spektrum autisme. Program ini mulai diuji coba pada tanggal 2.

Program tersebut didasarkan pada DRIB (Developmental, Relationship-based, Intergrated basketball / Bola basket berbasis hubungan, perkembangan, dan integrasi), yaitu model basket inklusif yang dikembangkan oleh Korean American Special Educaton Center (Pusat Pendidikan Khusus Korea Amerika), sebuah organisasi yang mendukung warga Korea-Amerika dengan disabilitas perkembangan di Amerika Serikat. MIND-PLAY merupakan adaptasi dari model DRIB yag disesuaikan dengan kondisi di Korea Selatan.

Dalam program MIND-PLAY, setiap remaja dengan autisme dipasangkan dengan seorang relawan yang memberikan pendampingan secara langsung. Relawan akan terlebih dahulu memperagakan setiap aktivitas dan memberikan semangat melalui arahan lisan, sehingga tercipta hubungan kerja sama yang alami dengan para peserta. Melalui proses ini, peserta dapat melatih kemampuan sosial dan komunikasi lewat interaksi dengan orang lain, sekaligus meningkatkan kemampuan fisik melalui kegiatan seperti berlari dan menggiring bola.

Menurut Cheon Geun-ah, Direktur Pusat Perawatan Min Yoongi d Rumah Sakit Severance, tujuan program ini bukan hanya untuk terapi. Mereka juga ingin meningkatkan kemampuan sosial dan kemampuan olahraga para peserta agar kualitas hidup mereka menjadi lebih baik serta membantu mereka menjadi lebih mandiri dalam kehidupan bermasyarakat.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga dapat memberikan manfaat bagi remaja dengan gangguan spektrum autisme. Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal internasional berjudul Frontiers in Sports and Active Living menemukan bahwa program olahraga yang terstruktur dapat memberikan dampak positif terhadap kemampuan sosial, kemampun berkomunikasi, dan keteramplan motorik pada anak dan remaja dengan ASD.

Selain itu, dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal internasional Healthcare menganalisis delapan uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan 436 anak dengan gangguan spektrum autisme. Hasilnya menunjukkan bahwa program olahraga yang menggunakan bola berpotensi membantu meningkatkan kemampuan merespons secara sosial dan kemampuan berkomunikasi sosial pada anak-anak dengan ASD.


Artikel asli: Health Chosun

Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

Media Korea melaporkan keuntungan besar yang dihasilkan untuk Korea Selatan oleh penampilan BTS di Gwanghwamun

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik