BTS Beri Dampak Ekonomi yang Besar di Amerika Utara; The Guardian Sebut Pengeluarannya Setara dengan Piala Dunia
The Guardian: Tur BTS di Amerik Utara Berkontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Amerika Serikat
● Konser di Las Vegas diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi sebesar 450 miliar won, dengan tingkat pengeluaran yang dinilai sebanding dengan Piala Dunia FIFA.
● HYBE mencatat pendapatan di kuartal II sebesar 1,45 triliun won, tertinggi dalam sejarah perusahaan seriring berlanjutnya kesuksesan global.
BTS telah dinilai telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah di Amerika Serikat melalui penyelenggaraan tur mereka di Amerika Utara.
Pada 4 Agustus, BigHit Music mengutip laporan terbaru yang diterbitkan oleh surat kabar Inggris, The Guardian, yang menyatakan bahwa, "setelah jeda selama empat tahun dari tur dunia, BTS kembali menggelar rangkaian konser dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat."
Dalam laporannya, The Guardian menyoroti penyelenggaraan 16 konser BTS di tujuh kota di Amerika Utara yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Agustus hingga September.
Laporan tersebut secara khussu menyoroti empat konser BTS di Las Vegas yang seluruh tiketnya terjual habis pada Mei lalu. Rangkaian konser tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi hotel-hotel besar, tetapi juga bagi pelak usaha kecil di kawasan Chinatown serta lingkungan sekitarnya. Kegiatan tersebut diperkirakan menghasilkan aktivitas ekonomi senilai sekitar US$340 juta atau sekitar 450 miliar won (sekitar Rp 6.107.080.000.000).
Konser BTS di New Jerey juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah setempat. Grup tersebut tampil di MetLife Stadium pada 1 dan 2 Agustus (waktu setempat), dengan jumlah penonton mencapai sekitar 157.000 orang selama dua malam penyelenggaraan.
Menjelang dan selama konser berlangsung, penggemar dari berbagai negara memadati kawasan Koreatown di Manhattan, New York City, serta distrik-distrik komersial di sekitarnya. Kehadiran mereka turut mendorong peningkatan yang signifikan dalam aktivitas konsumsi masyarakat.
Michael Mariano, Kepala Pengembangan Ekonomi di Tourism Economics, menyampaikan kepada The Guardian bahwa rata-rata pengeluaran penggemar BTS tidak terbatas hanya pada pembelian tiket konser, melainkan juga mencakup akomodasi, konsumsi di restoran, transportasi darat, hingga perjalanan udara. Menurutnya, dampak ekonomi yang dihasilkan oleh keselruhan tur tersebut berpotensi menyamai, bahkan melampaui, dampak ekonomi yang dihasilkan oleh penyelenggaraan Piala Dunia FIFA.
Keberhasilan tur BTS juga tercermin dalam kinerja keuangan perusahaan induknya, HYBE. Perusahaan hiburan tersebut melaporkan pendapatan kuartal kedua sebesar 1,45 triliun won (sekitar Rp 18.225.282.000.000), menjadikannya perusahaan hiburan pertama yang berhasil melampaui pendapatan kuartalan sebesar 1 triliun won (sekitar Rp 12.569.420.000.000). Capaian tersebut sekaligus menjadi pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah HYBE.
Sementara itu, BTS saat ini tengah menjalankan tur dunia K-pop terbesar yang pernah diselenggarakan, yang mencakup 88 konser di 34 kota di berbagai belahan dunia.
Rangkaian konser di New Jersey menandai penampilan perdana BTS di stadion sejak grup tersebut mengumumkan boikot terhadap Grammy Awards. Selama penyelenggaraan konser, para penggemar memenuhi lokasi acara dengan berbagai pesan dukungan, sementara suasana di stadion maupun di kota New York berlangsung meriah sepanjang rangkaian kegiatan.
Setelah menyelesaikan penampilan di New York dan New Jersey, BTS akan melanjutkan rangkaian tur Amerika Utara dengan menggelar konser di sejumlah kota, termasuk Boston, sebelum meneruskan tur ke kawasan Timur Tengah, Jepang, serta berbagai destinasi lainnya sebagai bagian dari tur dunia yang masih berlanjut.
Artikel asli: Media Watch


Comments
Post a Comment