Pemenang Grammy Tiga Kali Angkat Bicara: "BTS Benar"—Kategori Baru 'Asian Pop' Adalah Bentuk Pemisahan, Bukan Inklusi

 


Dukungan terhadap keputusan BTS untuk memboikot ajang Grammy Awards terus bertambah, baik dari dalam maupun luar industri musik.

Ricky Kej, komposer asal India yang telah memenangkan Grammy sebanyak tiga kali, menyebut keputusan BTS sebagai "langkah yang sangat berani" dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan oleh Rolling Stone edisi India pada 3 Agustus (waktu setempat).

Menanggapi kategori baru Best Asian Pop Music Performance yang diperkenalkan oleh Recording Academy, Kej mengkritiknya sebagai cara untuk memisahkan musisi Asia dari kategori-kategori utama dan menempatkan mereka di kategori khusus yang terpisah. Menurutnya, "Ini bukan inklusi yang sesungguhnya, melainkan segregasi (pemisahan)." Ia juga menilai kategori tersebut mengabaikan kekayaan dan keberagaman musik Asia karena pada praktiknya hanya berfokus pada K-pop, J-pop, dan C-pop.

Dalam wawancara eksklusif dengan media India News9Live, Kej kembali menegaskan pendapatnya. Ia mengatakan bahwa BTS "benar-benar telah mengambil keputusan yang tepat," seraya menambahkan bahwa "masalah ini jauh lebih besar daripada hanya menyangkut satu grup."

Kej juga menyatakan bahwa tempat yang seharusnya bagi BTS adalah di kategori Best Pop Duo/Group Performance, yang merupakan salah satu penghargaan utama Grammy. Namun, ia mengkhawatirkan bahwa meskipun BTS mengajukan karya mereka ke kategori tersebut, Recording Academy tetap bisa memindahkannya ke kategori Asian Pop yang baru.

Ricky Kej memenangkan Grammy untuk kategori Best New Age Album pada 2015 lewat album Winds of Samsara, kemudian memenangkan Best New Age, Ambient, or Chant Album pada 2022 dan Best Immersive Audio Album pada 2023, keduanya melalui album Divine Tides. Selain dikenal sebagai musisi, ia juga merupakan aktivis lingkungan dan menjabat sebagai Duta Kehormatan Konvensi PBB untuk Memerangi Penggurunan (UNCCD).

Pada 29 Juli, BTS mengumumkan bahwa mereka secara sukarela menarik album terbaru mereka, Arirang, dari proses pertimbangan untuk Grammy Awards 2027. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, mereka menyampaikan pesan bahwa "musik seharusnya tidak dibagi berdasarkan wilayah atau bahasa."

Sebelumnya, pada 16 Juni, Recording Academy mengumumkan lima kategori Grammy baru, termasuk Best Asian Pop Music Performance. Saat itu, Adam Metterpaul, anggota pemilih Recording Academy, menyatakan bahwa BTS seharusnya bersaing di kategori-kategori utama seperti Album of the Year, bukan di kategori Asian Pop yang baru dibentuk. Bulan lalu, media prediksi penghargaan Gold Derby juga menempatkan BTS sebagai salah satu kandidat terkuat di kategori Asian Pop berdasarkan debut album Arirang yang mencetak rekor.

Setelah pengumuman BTS, muncul kontroversi ketika video penampilan mereka di Grammy pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk penampilan membawakan lagu "Dynamite" dan "Butter", tidak lagi dapat diakses melalui situs resmi Grammy maupun kanal YouTube Grammy. Recording Academy menjelaskan bahwa video-video tersebut sebenarnya sudah dihapus beberapa tahun lalu karena perjanjian lisensinya telah berakhir.

Selain Ricky Kej, sejumlah tokoh lain juga menyatakan dukungan kepada BTS melalui media sosial, di antaranya produser musik India Salim Merchant, Tablo dari Epik High, sutradara KPop Demon Hunters Maggie Kang, Bang Yong-guk, dan aktor Daniel Dae Kim.

Setelah artikel Ricky Kej mendapat perhatian luas, para penggemar internasional juga banyak menyatakan dukungannya di internet. Seorang penggemar menulis di X (sebelumnya Twitter), "Dia sendiri pernah merasakan bagaimana rasanya mewakili Asia di panggung dunia tetapi tidak mendapatkan pengakuan yang pantas karena identitasnya. Senang melihat semakin banyak musisi hebat yang berani menyuarakan hal ini." Penggemar lain berkomentar, "Inklusi yang sesungguhnya berarti memberi ruang bagi musisi dari seluruh dunia di panggung utama, bukan membuat kategori terpisah khusus untuk mereka," sejalan dengan pendapat yang disampaikan Kej.


Artikel asli: Starnews

Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

Media Korea melaporkan keuntungan besar yang dihasilkan untuk Korea Selatan oleh penampilan BTS di Gwanghwamun

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik