Seorang Staf Konser di MetLife Stadium Tuai Kemarahan Penggemar karena Unggahan yang Dianggap Mengndung Stereotip Gender terhadap BTS

 


BTS baru-baru ini menjadi sorotan penonton dan media-media musik setelah menggelar dua konser di stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada 1 dan 2 Agustus (waktu setempat). Tampil di hadapan lebih dari 157.000 penggemar, grup ini membuka rangkaian tur Amerika Utara mereka, BTS World Tour "ARIRANG", dengan penampilan yang spektakuler dan penuh emosi.

Billboard memuji BTS atas penguasaan panggung mereka yang luar biasa, koreografi yang sinkron, serta karisma yang tak terbantahkan. Mereka menyebut konser ini sebagai bukti nyata mengapa grup tersebut masih dapat terus mempertahankan posisinya di puncak industri musik. Sejumlh selebritas juga hadir dan memberikan pujian mereka, di antaranya rapper legendaris Nas, musisi ja Jon Batiste yang begitu antusias hingga hampir lupa membawa ponselnya, serta bintang Broadway Lea Salonga yang turut memuji para anggota BTS.




Meski konser tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton, sebuah insiden yang terjadi setelah acara justru memicu kemarahan besar di kalangan ARMY di seluruh dunia. 

Menurut laporan dari para penggemar, seorang staf Stadion MetLife mengunggah komentar yang dianggap menghina BTS melalui akun media sosial pribadinya. Ia membagikan foto dirinya bersama beberapa ARMY yang datang ke konser sambil mengenakan tanda pengenal staf MetLife. Walaupun para penggemar di foto tampak tersenyum dan berpose dengan ramah, ia menuliskan keterangan yang berisikan kalimat-kalimat yang mengejek BTS: "Operasi hidung, makeup berton-ton, eyeliner, dan maskara! Bukan penggemarnya, tapi penyanyinya!"




Unggahan tersebut langsung memicu kemarahan di kalangan ARMY. Banyak penggemar menilai komentar itu menghina penampilan BTS dan didasari stereotip gender yang menganggap laki-laki tidak seharusnya memakai riasan. Bagi mereka, komentar tersebut juga mencerminkan pandangan yang sudah ketinggalan zaman mengenai maskulinitas.

Yang membuat banyak orang semakin kecewa adalah kenyataan bahwa staf tersebut berfoto dengan para penggemar dngan sangat ramah, tetapi kemudian menggunakan foto itu untuk mengejek artis yang mereka dukung. Selain itu, ia juga bekerja sebagai staf di konser BTS—dibayar untuk bertugas di acara tersebut—namun justru menghina para artis yang tampil. Banyak penggemar menilai tindakan itu tidak profesional, serta menunjukkan sikap yang penuh prasangka. 

Seorang penggemar kemudian menghubungi pihak Stadion MetLife dan menulis: "Ini adalah salah satu staf kalian yang telah bersikap homofobik terhadap artis yang secara tidak langsung membantu membayar gajinya (dan tentu saja misigonis). Banyak anggota komunitas kami adalah LGBTQ+. Apakah mereka bisa merasa aman jika menghadapi perilaku yang seperti ini?"

Penggemar lain berkomentar: "Pernyataan pria ini bersifat interseksional. Stereotip prasangka tentang ekspresi gender yang juga mencerminkan stereotip rasial terhadap maskulinitas Asia. Jadi dia berhasil memicu tiga hal besar sekaligus dalam satu unggahan singkat: rasisme, misogini, dan queerfobia." Penggemar lainnya juga bereaks: "Kritiknya bukan tentang musik; itu adalah bentuk misogini yang mengejek BTS karena keluar dari standar kecantikan maskulinitas (macho)," "@MetLifeStadium Karyawan Anda yang satu ini sangat menjijikkan dan tidak profesional. Apakah orang seperti ini yang ingin Anda jadikan representasi organisasi Anda?" "Benar-benar pria yang menyedihkan," dan "Berani-beraninya dia memanfaatkan ARMY untuk mengunggah sampah seperti ini tentang SIAPAPUN?"

Menanggapi kemarahan yang terus meluas, banyak ARMY di X mengajak sesama penggemar untuk melaporkan insiden tersebut kepada pihak Stadion MetLife dan HYBE agar kasus ini diselidiki dan staf yang bersangkutan mendapatkan tindakan yang sesuai.




Bagi ARMY, BTS bukan hanya sekadar grup musik. Mereka dianggap sebagai simbol kerja keras, ketekunan, dan kemampuan menghadapi berbagai prasangka selama lebih dari satu dekade hingga menjadi ikon dunia. Karena itu, komentar yang dinilai mengandung stereotip ras dan gender dianggap sangat menyakitkan bagi banyak penggemar. 

Kemarahan tersebut juga dipengaruhi oleh sikap BTS yang selama ini dikenal terbuka dalam menunjukkan dukungan dan rasa hormat mereka kepada komunitas LGBTQ+. Baru-baru ini, saat konser kedua di Madrid, RM membaca tulisan dari seoran penggemar yang bertuliskan "Lesbians love BTS" (Kaum lesbian mencintai BTS), lalu RM tersenyum dan berkata, "Oh, keren!" Jungkook pun langsung menanggapi dengan semangat, "Yes!"




Sebelumnya, RM juga pernah merekomendasikan film "Blue Is the Warmest Color" serta lagu "Same Love" dari Macklemore & Ryan Lewis dan "Strawberries & Cigarettes" dari Troye Sivan. Sementara itu, Jungkook pernah mengatakan dalam wawancara dengan majalah Singles bahwa setiap orang bebas mengenakan pakaian apa pun yang mereka inginkan, tanpa memandang gender.

Para penggemar juga kembali mengingat pidato RM di PBB, ketika ia mengatakan, "Siapa pun kamu, dari mana pun asalmu, apa pun warna kulitmu, atau apa pun identitas gendermu: suarakan dirimu sendiri."

Karena itulah, melihat BTS—yang selama ini dikenal menyuarakan penghormatan, kesetaraan, dan kebebasan untuk menjadi diri sendiri—menjadi sasaran ejekan berdasarkan stereotip gender dianggap sangat menyakitkan oleh banyak ARMY. Bagi mereka, menyuarakan keberatan terhadap insiden ini bukan hanya untuk membela BTS, tetapi juga untuk menolak stereotip gender dan diskriminasi yang masih sering terjadi di masyarakat.









Comments

Popular posts from this blog

Nicole Kim, Penerjemah BTS, Kembali ke Big Hit Music dengan Jabatan Bergengsi

Media Korea melaporkan keuntungan besar yang dihasilkan untuk Korea Selatan oleh penampilan BTS di Gwanghwamun

ARMY menemukan alasan yang sebenarnya mengapa hidung Jungkook belakangan ini disangka hasil operasi plastik